Kanada Masuk, Saham Malaysia Tak Lagi Mayoritas di Jalan Tol

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah kendaraan pemudik melintas di tol Cipali, Palimanan, Cirebon, Jawa Barat, Senin, 3 Juni 2019. Korlantas Polri memperpanjang sistem jalur satu arah (one way) dari Jakarta hingga Semarang karena volume pemudik masih tinggi. ANTARA

    Sejumlah kendaraan pemudik melintas di tol Cipali, Palimanan, Cirebon, Jawa Barat, Senin, 3 Juni 2019. Korlantas Polri memperpanjang sistem jalur satu arah (one way) dari Jakarta hingga Semarang karena volume pemudik masih tinggi. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Canada Pensiun Plan Investment Board (CPPIB) dan PT Bhaskara Utama Sedaya (BUS) mengumumkan telah mengakuisisi 55 persen saham PT Lintas Marga Sedaya (LMS) dari PLUS Expressway International Bhd, lini usaha internasional UEM Group Bhd, sebuah perusahaan asal Malaysia. Aksi akuisisi ini menandai berakhirnya kiprah investor Malaysia sebagai pemegang saham mayoritas di badan usaha jalan tol Cipali.

    Investasi Kanada di LMS ini sekaligus menandai debut pengelola dana pensiun Kanada itu di sektor infrastruktur Indonesia. Berdasarkan keterangan resmi CPPIB yang dikutip Bisnis.com, akhir pekan lalu, akuisisi bersama saham LMS milik UEM membuat porsi saham BUS naik menjadi 55 persen, sedangkan CPPIB mengempit 45 persen saham. Adapun BUS merupakan anak usaha PT Astra Tol Nusantara yang memiliki 45 persen saham LMS. 

    Transaksi jual beli saham diperkirakan rampung pada kuartal IV/2019. Transaksi akan bergantung pada syarat ketentuan yang disepakati dan juga persetujuan regulator.

    Bila transaksi disetujui, portofolio Astra pada aset jalan tol tidak berubah. Panjang jalan tol yang dimiliki Astra mencapai 35 kilometer, terdiri dari enam ruas. Keenam ruas itu yakni Tangerang–Merak, Cikopo–Palimanan, Kunciran–Serpong, Semarang–Solo, Jombang–Mojokerto, dan Surabaya–Mojokerto.

    “Kami gembira berinvestasi di jalan tol Cipali bersama Astra Infra, mitra lokal yang punya pengetahuan luas dan berpengetahuan luas dan canggih. Kami berharap bisa menjalin hubungan jangka panjang yang baik antarkedua organisasi," jelas Scott Lawrence, Managing Director, Head of Infrastructure, CPPIB.

    Untuk diketahui, CPPIB memiliki portofolio aset infrastruktur yang beragan melalui sembilan kantornya di seluruh dunia. Grup Infrastruktur CPPIB berfokus pada investasi skala besar yang berkualitas dengan mitra yang dapat diandalkan dan sepaham. Pada 30 Juni 2019, portofolio CPPIB di sektor infrastruktur bernilai 33,1 miliar dolar Kanada.

    "Sebagai investasi infrastruktur CPPIB pertama di Indonesia, ini memperdalam komitmen CPPIB di kawasan Asia-Pasifik serta fokus kami pada investasi di pasar baru dengan pengembalian yang menarik dan karakteristik risiko," jelas Suyi Kim, Senior Managing Director and Head of Asia Pacific, CPPIB.

    Dia menambahkan, akuisisi saham operator jalan tol Cikopo–Palimanan (Cipali) menjadi langkah strategis untuk mendukung pengembangan infrastruktur, didukung oleh tingkat pertumbuhan kendaraan bermotor yang pesat.

    BISNIS

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.