Bidik Peserta Baru, BPJS Ketenagakerjaan Lirik Juru Parkir

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ABK yang menjadi korban insiden KM Mina Sejati di Laut Aru terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan sejak Juli 2019 dengan jumlah iuran yang dibayarkan sebesar Rp1,3 Juta.

    ABK yang menjadi korban insiden KM Mina Sejati di Laut Aru terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan sejak Juli 2019 dengan jumlah iuran yang dibayarkan sebesar Rp1,3 Juta.

    TEMPO.CO, Jakarta -Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Kantor Cabang Madiun membidik para petugas juru parkir di wilayah Kabupaten Madiun, Jawa Timur sebagai peserta baru.

    "Petugas juru parkir ini harus dilindungi BPJS Ketenagakerjaan. Hal itu mengingat pekerjaan juru parkir sangat rentan terjadi risiko kecelakaan kerja," ujar Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Madiun R. Edy Suryono di Madiun, Sabtu 21 September 2019.

    Bersama Dinas Perhubungan setempat, Edy mengatakan pihaknya telah mengenalkan produk BPJS Ketenagakerjaan kepada para juru parkir di Kabupaten Madiun. Produk BPJS tersebut dii antaranya Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Kematian, Jaminan Hari Tua, dan Jaminan Pensiun.

    "Sesuai data, saat ini ada sekitar 100 juru parkir yang terdata resmi di Kabupaten Madiun yang wajib kita lindungi dengan program BPJS Ketenagakerjaan," kata Kurnia Aminulloh Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Madiun.

    Jaminan yang diberikan juru parkir nantinya ada dua jenis. Yakni jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian dengan premi yang dibayarkan sekitar Rp9.500 per bulan.

    Adapun, premi jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian tersebut nantinya akan ditanggung oleh Dinas Perhubungan Kabupaten Madiun.

    Jumlah kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Madiun diharapkan bertambah dengan membidik para juru parkir. Jumlah peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Madiun dari sektor penerima upah hingga 22 Agustus 2019 di wilayah Madiun dan Magetan mencapai 2.601 perusahaan dengan total pekerja 44.877 orang. Sedangkan dari sektor bukan penerima upah mencapai 2.298 orang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.