Revolusi Industri 4.0 Buka Peluang jadi Pengusaha, Sebab..

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koperasi dan UKM, AA Gede Ngurah Puspayoga memberikan secara simbolis satu juta ikan untuk dilepasliarkan saat perayaan HUT Jojoners ke 2 di Pemancingan Puspita, Jakarta, 23 Januari 2016. TEMPO/Amston Probel

    Menteri Koperasi dan UKM, AA Gede Ngurah Puspayoga memberikan secara simbolis satu juta ikan untuk dilepasliarkan saat perayaan HUT Jojoners ke 2 di Pemancingan Puspita, Jakarta, 23 Januari 2016. TEMPO/Amston Probel

    TEMPO.CO, Jakarta -Menteri Koperasi atau Menkop dan UKM Puspayoga menyebut era Revolusi Industri 4.0 membuka peluang bagi siapapun untuk menjadi pengusaha dan membuka lapangan kerja baru yang lebih luas.

    Menkop dan UKM Puspayoga di Kampus IKIP PGRI di Denpasar, Bali, Sabtu, mengatakan Revolusi Industri 4.0 tidak boleh diabaikan, namun harus dimanfaatkan sebagai peluang untuk mencapai kesejahteraan bersama. “Dengan Revolusi Industri 4.0 semua bisa jadi pengusaha. Dengan Revolusi Industri 4.0 memudahkan masyarakat, mau dagang pakai hp, belanja pake hp,” katanya.

    Ia mengatakan sebelum era ini, misalnya untuk menjadi pengusaha hotel tidak sederhana karena harus memiliki aset dan properti hotel yang besar investasinya. “Dulu mau jadi pengusaha hotel harus punya hotel, sekarang enggak perlu, cukup aplikasi. Pengusaha rental mobil pun demikian, sekarang cukup dengan handphone. Itulah namanya Revolusi Industri 4.0,” katanya.

    Menkop dan UKM kemudian menekankan generasi milenial saat ini merupakan kaum yang sudah sangat melek teknologi sehingga potensi mereka untuk memanfaatkan era Industri 4.0 sangat besar. “Anak milenial bisa melihat potensi dengan lebih jeli. Anak saya sendiri pernah jualan baju online. Sekarang memilih mau jadi tukang cukur,” kata Puspayoga.

    Pada kesempatan itu, diselenggarakan Sinergi Program Kegiatan Kementerian Koperasi dan UKM dengan IKIP PGRI Bali di Denpasar 19-21 September 2019.

    Sejumlah kegiatan yang digelar pada kesempatan itu di antaranya Sosialisasi dan Bimtek Dana Bergulir LPDB KUMKM, Sosialisasi dan Pemberkasan Sertifikasi Hak Cipta Produk, Pelatihan Penilaian Kesehatan Koperasi, Pelatihan Pemanfaatan Teknologi Informasi bagi Koperasi, Sosialisasi Pola Kemitraan Usaha Rantai Nilai, Pelatihan Technopreneur, Pelatihan Kewirausahaan Digital Entrepreneur bagi Pemuda dan Mahasiswa, dan Pelatihan Vocational Berbasis E-Commerce.

    Dalam acara tersebut, Puspayoga mengundang pakar marketing Hermawan Kartajaya dan Duta Koperasi Indonesia Dewi Motik Pramono untuk juga memberikan motivasi kepada ratusan hadirin yang sebagian besar pemuda dan mahasiswa asal Bali.

    Sebelumnya, Rektor IKIP PGRI Bali Dr. I Made Suarta,SH,M.Hum. pada kesempatan yang sama mengatakan banyak mahasiswa di kampusnya yang memiliki prestasi di berbagai bidang termasuk meraih medali emas dalam ajang olahraga Asian Games dan sederet prestasi lain.

    Oleh karena itu, ia mengapresiasi penyelenggaraan sinergi program yang diharapkan bisa melahirkan lebih banyak wirausaha baru dan SDM potensial dari Provinsi Bali. Pada acara itu juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman bersama (Memorandum of Understanding/MoU) antara Menteri Koperasi dan UKM dengan Rektor IKIP PGRI Bali tentang Pengembangan Kewirausahaan di Kalangan Mahasiswa.
     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.