Komisaris Blue Bird: Ibu Kota Baru Target Ekspansi ke Depan

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Komisaris PT Blue Bird Tbk. (BIRD) Bayu Priawan Djokosoetono disela-sela acara business matching pengusaha se-kawasan Asia Tenggara di Hotel JW Marriott, Jakarta Selatan, Sabtu 21 September 2019. Tempo/Dias Prasongko

    Komisaris PT Blue Bird Tbk. (BIRD) Bayu Priawan Djokosoetono disela-sela acara business matching pengusaha se-kawasan Asia Tenggara di Hotel JW Marriott, Jakarta Selatan, Sabtu 21 September 2019. Tempo/Dias Prasongko

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisaris PT Blue Bird Tbk. atau BIRD Bayu Priawan Djokosoetono mengatakan wilayah di sekitar rencana ibu kota baru menjadi salah satu target ekspansi bisnis ke depan. Apalagi, daerah yang memiliki potensi market share yang besar bagi pengembangan bisnis transportasi Blue Bird.

    "Ibu kota baru tentu salah satu target kita untuk buka nantinya ke depan. Bukan hanya Ibu Kota Baru tapi daerah-daerah yang kita anggap potensial, kita juga akan tetap buka," kata Bayu kepada awak media di Hotel JW Marriot, Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu 21 September 2019.

    Bayu mengatakan selama ini perusahaan selalu optimistis menghadapi tantangan pasar, salah satunya dengan terus berinovasi. Salah satunya adalah lewat pelaksanaan penggunaan mobil listrik untuk armada Blue Bird. Dia mengatakan kebijakan ini bukan sekedar milih, tapi ada langkah strategis ke depan.

    Bayu menjelaskan dengan adanya mobil listrik perusahaan bisa menikmati efisiensi dari banyak sisi mulai dari perawatan dan dari bahan bakar yang cukup signifikan. Dalam jangka panjang, investasi perusahaan memang meningkat, namun keberlanjutan perusahaan akan lebih terjamin.

    Sebelumnya, Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengumumkan bahwa ibu kota negara Republik Indonesia akan dipindahkan dari Jakarta ke sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara di Istana Negara, Jakarta pada Senin 26 Agustus 2019.

    "Lokasi ibu kota baru yang paling ideal adalah di sebagian Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian Kutai Kartanegara karena sudah punya infrastruktur yang relatif lengkap dan pemerintah punya lahan seluas 180 ribu hektare," katanya. Selain itu, menurut Presiden Jokowi, pemerintah memilih kedua daerah itu sebagai lokasi ibu kota yang baru karena risiko bencana minim.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.