IHSG Diprediksi Cerah di Awal Pekan Depan

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi saham atau IHSG. TEMPO/Tony Hartawan

    Ilustrasi saham atau IHSG. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG diprediksi menguat pada awal pekan depan, kendati ditutup melemah pada perdagangan Jumat, 20 September 2019.

    Dikutip dari laman Bursa Efek Indonesia atau BEI, Sabtu, 21 September 2019, IHSG ditutup melemah 12,9 poin atau 0,2 persen ke level 6.231. Dari 10 sektor yang diperdagangkan, sektor yang turun paling dalam yakni sektor industri dan kimia dasar sebesar 0,7 persen dan sektor niaga 0,6 persen.

    Meski demikian, dari 7 sektor yang mengalami pelemahan, terdapat 3 sektor yang masih mencatatkan penguatan. Ketiga sektor ini yaitu sektor agrikultur yang naik 0,4 persen, sektor pertambangan 0,9 persen, serta sektor infrastruktur dan transportasi 1,2 persen.

    Analis Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christopher Jordan menyampaikan dalam risetnya, IHSG pada awal pekan diprediksi cerah dengan titik support di rentang 6.190-6.210 dan titik resistance antara 6.254-6.278. Secara teknis, dia menyebut penguatan bertolak dari indikator stochastic yang membentuk golden cross di sekitar area oversold.

    “IHSG diprediksi menguat. Secara teknikal, indikator stochastic membentuk goldencross di sekitar area oversold mengindikasikan potensi penguatan dalam jangka pendek,” papar Dennies.

    Berdasarkan proyeksi IHSG pada awal pekan, dia merekomendasikan saham beberapa emiten seperti BSDE, PGAS, HMSP, JPFA, INCO, dan ANTM untuk dicermati.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Erupsi Merapi Dibanding Letusan Raksasa Sejak 7200 Sebelum Masehi

    Merapi pernah meletus dengan kekuatan 4 Volcanic Explosivity Index, pada 26 Oktober 2010. Tapi ada sejumlah gunung lain yang memiliki VEI lebih kuat.