ExxonMobil Cepu Jual Minyak Mentah ke Pertamina

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logo Exxon Mobil Corp terlihat di Expo dan Konferensi Rio Oil and Gas di Rio de Janeiro, Brasil 24 September 2018. [REUTERS / Sergio Moraes]

    Logo Exxon Mobil Corp terlihat di Expo dan Konferensi Rio Oil and Gas di Rio de Janeiro, Brasil 24 September 2018. [REUTERS / Sergio Moraes]

    TEMPO.CO, Tuban -ExxonMobil Cepu Limited atau EMCL melakukan proses penjualan minyak mentah ke Pertamina Integrited Supply Chain yang berasal dari lapangan Banyu Urip, Kabupaten Bojonegoro. Minyak mentah ini adalah tambahan volume minyak EMCL yang dijual ke pasar setelah Domestic Market Obligation atau DMO terpenuhi.

    Acara proses lifting yaitu dari Kapal Alir-Muat Terapung atau FSO Gagak Rimang ke Kapal Tanker MT Ocean Li, di lepas pantai Kecamatan Palang, Kabupate Tuban, Jawa Timur, Jumat 20-9-2019. Hadir di acara itu, Plt. Dirjen Migas, Djoko Siswanto, Kepala SKK Migas yang diwakili Kepala Divisi Audit KKKS Eksplorasi, Syukri Usman; Senior Vice President Integrated Supply Chain Pertamina (Persero), Hasto Wibowo dan President ExxonMobil Cepu Limited, Louise McKenzie.

    President ExxonMobil Cepu Limited, Louise McKenzie, menyatakan terima kasih kepada Pemerintah Indonesia, Kabupaten Bojonegoro dan Tuban dan para mitra di area Blok Cepu, di Bojonegoro serta masyarakat di sekitar tambang mingas di sekitar daerah operasional EMCL. "Kami berterima kasih atas dukungan kegiatan operasi Banyu Urip," ujarnya.

    Menurut Louise McKenzie, pengapalan kargo ini akan dikirimkan ke kilang Pertamina untuk mendukung pasokan minyak mentah dalam negeri. Sedangkan minyak mentah ini dihasilkan dari Lapangan Banyu Urip di Blok Cepu, Bojonegoro yang diolah di Fasilitas Pengolahan Pusat, yang memproduksi hingga 220.000 barel per hari.

    Minyak dari Blok Cepu di Bojonegoro tersebut kemudian dialirkan melalui jalur pipa sepanjang 72 kilometer ke Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban. Selanjutnya, minyak mentah dialirkan lewat pipa bawah laut ke Kapal FSO Gagak Rimang yang berjarak sekitar 23 kilometer di lepas pantai Tuban, Jawa Timur.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.