Pertamina Segera Bayar Ganti Rugi Tumpahan Minyak di Karawang

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas mengumpulkan tumpahan minyak mentah di Desa Cemarajaya, Cibuaya, Karawang, Jawa Barat, Jumat, 30 Agustus 2019. Pertamina menyatakan sebaran tumpahan minyak mentah sekitar 400.000 meter persegi meliputi Karawang, Bekasi dan Kepulauan Seribu dan masih dikonfirmasi dengan KLHK terkait luas angka yang terus berubah karena angin dan arus air laut. ANTARA

    Petugas mengumpulkan tumpahan minyak mentah di Desa Cemarajaya, Cibuaya, Karawang, Jawa Barat, Jumat, 30 Agustus 2019. Pertamina menyatakan sebaran tumpahan minyak mentah sekitar 400.000 meter persegi meliputi Karawang, Bekasi dan Kepulauan Seribu dan masih dikonfirmasi dengan KLHK terkait luas angka yang terus berubah karena angin dan arus air laut. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Formulasi penggantian biaya kerugian atau kompensasi atas tumpahan minyak Pertamina Hulu Energi (PHE) ONWJ segera selesai dan memasuki tahap akhir. "Formula hampir selesai banyak faktor ekonomi kami pertimbangkan," kata Ketua Tim 1 Penanganan Dampak Ketua Tim 1 Penanganan Dampak Eksternal PHE ONWJ Rifky Effendi Hardijanto, Jumat 20 September 2019.

    Ia mengatakan untuk wilayah Pulau Seribu dan Bekasi akan diberikan kompensasi dua bulan sekaligus, menunggu tahap awal selesai. Profesi yang mendapatkan kompensasi sebagian besar adalah nelayan, persewaan kapal, wisata dan turunannya.

    Vice President Relations Pertamina Hulu Energi Ifki Sukarya, mengimbuhkan PHE ONWJ mulai melakukan relokasi sementara terhadap 27 KK yang tinggal di tiga dusun di Desa Cemara Jaya. Relokasi ini dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan kepada warga terdampak insiden sumur YYA-1 yang rumahnya terkena banjir rob ketika musim angin darat tiba seperti saat ini dan masih dilakukan secara bertahap, meskipun banyak juga warga yang menolak dengan berbagai alasan.

    Terkait kompensasi, sebanyak 10.271 warga terdampak telah terverifikasi untuk menerima dana kompensasi awal. Hingga 19 September 2019, sebanyak 2.401 warga telah mendapatkan kompensasi awal yang merupakan itikad baik Pertamina.

    Besaran kompensasi berdasarkan hasil koordinasi pemangku kepentingan pada 9-10 September 2019 yang dikonsultasikan ke Tim Kejaksaan Agung, BPKP, KKP, KLHK, SKK Migas, MUJ dan kepala dinas di tujuh kabupaten/ kota.

    "Pembayaran kompensasi awal ini diberikan terlebih dahulu untuk warga terdampak langsung, nelayan, pembudidaya, petambak garam, kelompok pengolah dan pemasar ikan serta wisata bahari. Paralel dengan itu, Pertamina dengan pihak terkait dalam proses penyusunan formula kompensasi final," ujarnya.

    Nantinya kompensasi tahap awal yang telah disampaikan kepada warga akan diperhitungkan sebagai bagian dalam kompensasi final. "Kami juga melakukan verifikasi tahap selanjutnya untuk memastikan warga terdampak yang berhak namun belum masuk dalam daftar penerima kompensasi awal dapat terselesaikan segera”, jelas Ifki.

    PHE menegaskan bahwa kompensasi tersebut akan diikuti dengan berbagai program berkelanjutan yang akan dilakukan dalam jangka menengah dan panjang ke depan, baik dari sisi kesehatan, pendidikan, lingkungan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat terdampak sekitar benar-benar pulih atau bahkan lebih meningkat dibandingkan sebelum adanya kejadian ini.

    Ia mengatakan untuk wilayah Pulau Seribu dan Bekasi akan diberikan kompensasi dua bulan sekaligus, menunggu tahap awal selesai. Profesi yang mendapatkan kompensasi sebagian besar adalah nelayan, persewaan kapal, wisata dan turunannya.

    Sementara itu, menurut Vice President Relations Pertamina Hulu Energi Ifki Sukarya, PHE ONWJ mulai melakukan relokasi sementara terhadap 27 KK yang tinggal di tiga dusun di Desa Cemara Jaya.

    Relokasi ini dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan kepada warga terdampak insiden sumur YYA-1 yang rumahnya terkena banjir rob ketika musim angin darat tiba seperti saat ini dan masih dilakukan secara bertahap, meskipun banyak juga warga yang menolak dengan berbagai alasan.

    Terkait kompensasi, sebanyak 10.271 warga terdampak telah terverifikasi untuk menerima dana kompensasi awal. Hingga 19 September 2019, sebanyak 2.401 warga telah mendapatkan kompensasi awal yang merupakan itikad baik Pertamina.

    Besaran kompensasi berdasarkan hasil koordinasi pemangku kepentingan pada 9-10 September 2019 yang dikonsultasikan ke Tim Kejaksaan Agung, BPKP, KKP, KLHK, SKK Migas, MUJ dan kepala dinas di tujuh kabupaten/ kota.

    "Pembayaran kompensasi awal ini diberikan terlebih dahulu untuk warga terdampak langsung, nelayan, pembudidaya, petambak garam, kelompok pengolah dan pemasar ikan serta wisata bahari. Paralel dengan itu, Pertamina dengan pihak terkait dalam proses penyusunan formula kompensasi final," katanya.

    Nantinya kompensasi tahap awal yang telah disampaikan kepada warga akan diperhitungkan sebagai bagian dalam kompensasi final. "Kami juga melakukan verifikasi tahap selanjutnya untuk memastikan warga terdampak yang berhak namun belum masuk dalam daftar penerima kompensasi awal dapat terselesaikan segera”, ujar Ifki.

    Pertamina Hulu Energy menegaskan bahwa kompensasi tersebut akan diikuti dengan berbagai program berkelanjutan yang akan dilakukan dalam jangka menengah dan panjang ke depan, baik dari sisi kesehatan, pendidikan, lingkungan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat terdampak sekitar benar-benar pulih atau bahkan lebih meningkat dibandingkan sebelum adanya kejadian ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.