Pekan Ketiga September IHSG Ditutup Melemah

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Karyawan melintas di depan layar pergerakan IHSG, Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin, 10 Juni 2019. Pasca libur Lebaran, perdagangan IHSG dibuka menguat 90,91 poin atau 1,4 persen ke 6.300,036, sementara pada sore harinya IHSG diutup di level 6.289,61. ANTARA/Sigid Kurniawan

    Karyawan melintas di depan layar pergerakan IHSG, Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin, 10 Juni 2019. Pasca libur Lebaran, perdagangan IHSG dibuka menguat 90,91 poin atau 1,4 persen ke 6.300,036, sementara pada sore harinya IHSG diutup di level 6.289,61. ANTARA/Sigid Kurniawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Perdagangan Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG pada pekan ketiga September 2019 ditutup dengan melanjutkan pelemahan. IHSG ditutup melemah 0,21 persen ke level 6.231,473 pada perdagangan akhir pekan, Jumat 20 September 2019.

    Saat dibuka IHSG sempat mengalami penguatan hingga ke level 6.256,822 dibandingkan pada penutupan hari sebelumnya. Namun usai menguat, indeks acuan terpantau terus melemah sampai penutupan perdagangan sesi pertama.

    Pada sesi kedua IHSG tercatat mulai merangkak naik meskipun tak mampu kembali pada posisi semula.

    Berdasarkan data RTI, sebanyak 213 emiten tercatat melemah, 153 tak bergerak dan 175 menguat. Adapun sepanjang sesi perdagangan, 439,793 kali transaksi terjadi dengan jumlah 16,51 miliar lembar saham yang diperdagangkan.

    Total nilainya mencapai Rp 10,90 triliun. Sementara itu, investor asing mencatatkan aksi jual bersih Rp 833,82 miliar.

    Sebelumnya Analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta memperkirakan, support pertama maupun kedua IHSG akan berada pada rentang 6.236,69 hingga 6.193,51. Sedangkan, level resistance pertama maupun kedua IHSG memiliki rentang antara 6.294,28 hingga 6.334,84.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.