Budi Waseso Ungkap Modus Kejahatan Penyalur Beras BPNT

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo alias Jokowi dan Direktur Utama Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistik (Bulog) Budi Waseso mengecek gudang milik Bulog Divisi Regional DKI Jakarta dan Banten di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis, 10 Januari 2019. Tempo/Fajar Pebrianto

    Presiden Joko Widodo alias Jokowi dan Direktur Utama Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistik (Bulog) Budi Waseso mengecek gudang milik Bulog Divisi Regional DKI Jakarta dan Banten di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis, 10 Januari 2019. Tempo/Fajar Pebrianto

    TEMPO.CO, Jakarta -  Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso mengungkapkan sejumlah modus kejahatan yang dilakukan oleh sejumlah oknum penyalur beras bantuan pangan non tunai atau BPNT dan merugikan masyarakat penerima bantuan.

    Budi Waseso atau akrab disapa Buwas menjelaskan salah satu modus adalah menukar beras Bulog dengan beras lain yang kualitasnya lebih rendah dalam kantung berlogo Bulog, dan diduga ada oknum yang sengaja melakukan penjualan kantung beras merek Bulog untuk mengelabui masyarakat penerima bantuan.

    "Ada penjualan karung-karung kemasan yang sama dengan sejumlah merek, termasuk merek Bulog. Itu diperjualbelikan, sudah tertangkap sama saya, terus diisi beras semau-maunya. Jadi itu yang memfitnah Bulog, dikasih beras jelek karena kantongnya merek Bulog," kata Buwas di sela peluncuran Beras Fortifikasi di Kantor Perum Bulog Jakarta, Jumat.

    Buwas menduga terdapat beberapa pelanggaran hukum yang dilakukan oleh oknum penyalur BPNT seperti penetapan harga beras yang terlalu tinggi. Selain itu, masyarakat penerima bantuan juga memperoleh beras yang harganya tidak sesuai dengan kualitas atau mendapatkan jenis yang berbeda.

    Kerugian yang ditaksir akibat praktik penipuan oleh oknum penyalur BPNT, mencapai Rp 30 ribu per keluarga. Besaran BPNT yang ditetapkan adalah sebesar Rp 110 ribu per keluarga penerima manfaat (KPM) per bulan.

    Jika dijumlahkan, kerugian yang ditimbulkan cukup besar, mengingat berdasarkan pantauan di lapangan, ditemukan 32 kasus dengan modus serupa. Meski demikian, Buwas belum mau mengungkapkan lokasi mana saja yang terdapat modus kejahatan penyaluran BPNT.

    "Ini kan ada proyek besar, uang yang besar. Sepertinya tidak kelihatan, padahal nilainya besar. Tidak hanya di Pulau Jawa, tapi beberapa pulau, di beberapa wilayah," kata Buwas.

    Buwas menambahkan saat ini Bulog memiliki stok 2,5 juta ton setara beras dengan penyaluran harian berkisar 4.000 ton per hari khusus untuk Operasi Pasar (OP) atau di luar BPNT.

    Jika Bulog ditugaskan untuk memasok stok cadangan beras pemerintah atau CBP untuk Program BPNT, artinya perusahaan akan mengeluarkan stok sekitar 700.000 ton untuk periode September-Desember 2019. "Artinya, stok akhir tahun masih akan sangat aman karena kewajiban stok akhir tahun ini sebenarnya hanya 1 juta sampai 1,5 juta ton," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPnBM Nol Persen, Cara Mudah Hitung Harga Mobil Baru Honda Brio

    Harga baru berlaku setelah penerapan PPnBM Nol Persen mulai Senin, 1 Maret 2021. Diskon terhadap PPnBM ini berlaku pula untuk Honda Brio.