Bulog Luncurkan Beras Bervitamin, Buwas: Cegah Stunting

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo atau Jokowi (kedua kanan) didampingi Menteri Perdagangan Enggar Lukito (kanan), Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso (buwas) (ketiga kiri) dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution melakukan peninjauan gudang beras milik Perum Bulog di divre DKI Jakarta-Banten, Kelapa Gading, Jakarta Utara, 10 Januari 2019. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi (kedua kanan) didampingi Menteri Perdagangan Enggar Lukito (kanan), Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso (buwas) (ketiga kiri) dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution melakukan peninjauan gudang beras milik Perum Bulog di divre DKI Jakarta-Banten, Kelapa Gading, Jakarta Utara, 10 Januari 2019. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Perum Bulog baru saja meluncurkan produk terbaru, yakni beras fortifikasi atau beras medium dan premium bervitamin. Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso atau Buwas menyebut produk beras bervitamin merupakan wujud nyata perhatian BUMN ini untuk meningkatkan gizi bangsa.

    "Wujud nyata dukungan Bulog dalam intervensi gizi sensitif untuk percepatan pencegahan stunting, adalah dengan merilis beras fortifikasi yaitu beras sehat," ujar Buwas, melalui keterangan tertulis, Jumat, 20 September 2019.

    Adapun kandungan dari beras sehat ini terdiri dari vitamin dan mineral yang terdiri dari vitamin A, vitamin B1, vitamin B3, vitamin B6, vitamin B9 (Asam Folat), vitamin B12, Zat Besi (Iron), dan Zink. 

    Buwas mengatakan, peluncuran beras bervitamin ini juga terkait dengan tugas Bulog untuk mendukung program pemerintah dalam intervensi gizi sensitif. Hal ini dilakukan melalui peningkatan akses pangan bergizi pada program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) untuk keluarga kurang mampu dan memberikan akses pada fortifikasi bahan pangan utama. 

    Menurut Buwas, Peraturan Presiden nomor 48 tahun 2016 tentang Penugasan Pemerintah kepada Bulog dalam Rangka Ketahanan Pangan Nasional mengamanahkan agar BUMN ini ikut menjaga Cadangan Beras Pemerintah (CPB. Selain itu, Bulog juga ditugaskan menyalurkan beras kepada masyarakat berpendapatan rendah.

    "Atas penugasan tersebut, penyediaan dan penyaluran beras fortifikasi kepada masyarakat berpendapatan rendah diharapkan dapat semakin berdaya ungkit untuk percepatan perbaikan gizi masyarakat," kata Buwas.

    Secara teknis, menurut Buwas ini bukan hal baru untuk Bulog,, karena pihaknya pernah dilibatkan dalam pengembangan pilot project Fortifikasi Beras Bagi Keluarga Miskin pada 2014.

    "Pada saat itu, kandungan vitamin dan mineral yang ditambahkan dalam beras raskin sebagai upaya untuk mengurangi dampak anemia bagi masyarakat berpendapatan rendah terutama bagi ibu hamil, menyusui dan anak balita," kata Buwas.

    EKO WAHYUDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.