IHSG Melemah pada Sesi Perdagangan Pertama Hari Ini

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). ANTARA

    Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Perdagangan Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG melemah pada sesi pertama di akhir pekan, Jumat 20 September 2019. Dikutip dari RTI, pada pukul 10.15, IHSG berada di jurang merah ke level 6.234,853 atau melemah 0,15 persen.

    Saat dibuka awal perdagangan, IHSG sempat menunjukkan penguatan hingga ke level 6.256,822. Namun, perlahan-lahan indeks acuan IHSG terus melemah dibandingkan sebelumnya.

    Berdasarkan data RTI, sebanyak 179 emiten tercatat melemah, 147 tak bergerak dan 130 menguat. Adapun sepanjang sesi perdagangan, 172,368 kali transaksi terjadi dengan jumlah 5,78 miliar saham yang diperdagangkan. Total nilainya mencapai Rp 2,07 triliun.

    Analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta sebelumnya sempat mengatakan bahwa IHSG masih berpeluang naik pada perdagangan hari ini setelah kemarin ditutup melemah. Penguatan IHSG tersebut salah satunya didorong oleh katalis penurunan tingkat suku bunga acuan Bank Indonesia atau BI7DDR sebesar 25 basis poin jadi 5,25 persen.

    "Masih terlihat pola upward baryang mengindikasikan adanya potensi penguatan pada pergerakan IHSG sehingga berpeluang menuju ke area resistance. Penurunan suku bunga jadi katalis positif," kata Nafan kepada Tempo, Jumat 20 September 2019.

    Secara teknikal, lanjut Nafan, indikator MACD telah membentuk pola dead cross di areapositif. Sementara itu, Stochastic dan RSI berada di area netral.

    Nafan memperkirakan, support pertama maupun kedua IHSG akan berada pada rentang 6.236,69 hingga 6.193,51. Sedangkan, level resistance pertama maupun kedua IHSG memiliki rentang antara 6.294,28 hingga 6.334,84.

    DIAS PRASONGKO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.