IHSG Berpotensi Menguat Ditopang Sentimen Eksternal dan Domestik

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi saham atau IHSG. TEMPO/Tony Hartawan

    Ilustrasi saham atau IHSG. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat, 20 September 2019, berpeluang menguat ditopang sentimen positif baik eksternal maupun domestik.

    IHSG dibuka menguat 4,5 poin atau 0,07 persen ke posisi 6.248,97. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 0,78 poin atau 0,08 persen menjadi 983,57.

    "Bauran sentimen yang variatif baik dari dalam negeri dan eksternal, mendorong pasar saham Indonesia dengan indeks acuan IHSG diperkirakan bergerak mixed dengan peluang menguat pada perdagangan saham hari ini," kata Kepala Riset Valbury Sekuritas Alfiansyah di Jakarta, Jumat.

    Pada Kamis kemarin, sejumlah bank sentral di dunia mengumumkan kebijakan suku bunga acuannya. Diawali oleh The Fed mengumumkan kebijakan suku bunganya atau Fed Fund Rate turun 25 basis poin (bps) menjadi 1,75-2 persen.

    Kemudian, bank sentral Jepang (BoJ) mengumumkan mempertahankan kebijakan suku bunganya (short-term interest rate) pada level minus 0,1 persen.

    Berikutnya, bank sentral Hong Kong memangkas suku bunga acuan sebesar 25 bps menjadi 2,25 persen dan BI mengumumkan penurunan suku bunga 25 bps menjadi 5,25 persen.

    "Di tengah perlambatan ekonomi global, bank sentral di dunia diproyeksikan mengambil dan melanjutkan kebijakan moneter akomodatif," ujar Alfiansyah.

    Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengatakan Cina telah membeli produk-produk pertanian asal AS dalam jumlah yang besar, sebelum kemudian mengatakan bahwa kesepakatan dagang dengan Cina bisa diteken sebelum gelaran pemilihan presiden di AS pada 2020 atau sehari setelahnya.

    Selain IHSG, bursa saham regional Asia pagi ini antara lain indeks Nikkei menguat 93,76 poin (0,43 persen) ke 22.138,21, indeks Hang Seng melemah 9,01 poin atau 0,03 persen ke 26.477,96, dan indeks Straits Times melemah 4,32 poin (0,14 persen) ke posisi 3.163,12.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.