11 Bandara Terganggu Akibat Kabut Asap, Ini Daftarnya

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas membantu penumpang pesawat udara menuju terminal kedatangan di Bandara Sultan Thaha yang diselimuti kabut asap di Jambi, Rabu 18 September 2019. Kota Jambi dan sejumlah daerah di provinsi itu masih terpapar kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang bertambah pekat pada malam hingga pagi hari. ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan

    Petugas membantu penumpang pesawat udara menuju terminal kedatangan di Bandara Sultan Thaha yang diselimuti kabut asap di Jambi, Rabu 18 September 2019. Kota Jambi dan sejumlah daerah di provinsi itu masih terpapar kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang bertambah pekat pada malam hingga pagi hari. ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan memastikan beberapa bandara di wilayah Sumatera dan Kalimantan masih beroperasi normal kendati jarak pandang berkurang akibat kabut asap. Adapun, maskapai juga diminta menyusun rencana kontigensi.

    Dirjen Perhubungan Udara, Polana B. Pramesti mengatakan kabut asap yang terjadi dalam sepekan ini membuat sejumlah penerbangan mengalami keterlambatan (delay), reroute, bahkan terjadi pembatalan.

    “Keterlambatan, reroute maupun pembatalan penerbangan yang terjadi terpaksa dilakukan karena mengutamakan keselamatan dan keamanan penerbangan,” kata Polana dalam siaran pers, Kamis, 19 September 2019.

    Surat Edaran Ditjen Hubud No. 15/2019 tentang Pelaksanaan Penerbangan dalam Keadaan Kahar (Force Majure) menyatakan maskapai harus menyusun dan melaksanakan prosedur rencana kontigensi penerbangan dan pelayanan penumpang dalam kondisi kahar.

    Setidaknya harus memuat ketentuan yang memudahkan penumpang untuk menyusun ulang rencana perjalanan, di antaranya reschedule, reroute atau pemindahan ke penerbangan lainnya dan juga memberi kemudahan pengembalian uang tiket (refund) sesuai Permenhub No. 185/2015.

    Berdasarkan publikasi Notice To Airmen (Notam) yang dikeluarkan oleh AirNav Indonesia sore hari ini, sejumlah bandara yang operasional penerbangannya terganggu akibat terdampak kabut asap adalah Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II, Beringin Muara Teweh, Malikus Saleh Lhokseumawe Nunukan dan Kalimarau Berau Tanjung Redep. Selain itu Bandara H Asan Sampit, Pangsuma Putussibau, APT Pranoto Samarinda, Tjilik Riwut Palangkaraya, Letung dan Bandara Sintang.

    Polana mengatakan pihaknya terus memantau melalui Kantor Otoritas Bandar Udara (OBU), Airnav, penyelenggara bandar udara, maskapai, serta stakeholder penerbangan yang wilayahnya terdampak kabut asap. "Personel di bandara agar terus siaga dan waspada," ujarnya.

    Sementara itu, Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara APT Pranoto Samarinda, Dodi Dharma mengatakan, kondisi saat ini masih belum ada penerbangan yang melakukan take off maupun landing karena terdampak kabut asap.

    “Kondisi ini, kami sudah menginformasikan kepada penumpang tentang dampak kabut asap berdasarkan status Notam. Kendati operasional penerbangan belum normal, layanan di Bandara APT Pranoto tetap dibuka,” kata Dodi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.