Di Wisuda STAN, Sri Mulyani Kutip Pesan Presiden Sukarno

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan keterangan pers APBN KiTa di kantor Kemenkeu, Jakarta, Senin, 26 Agustus 2019. Kementerian Keuangan mencatat defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) per 31 Juli 2019 sebesar Rp183,7 triliun atau 1,14 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). TEMPO/Tony Hartawan

    Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan keterangan pers APBN KiTa di kantor Kemenkeu, Jakarta, Senin, 26 Agustus 2019. Kementerian Keuangan mencatat defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) per 31 Juli 2019 sebesar Rp183,7 triliun atau 1,14 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengutip kalimat Presiden Sukarno saat memberi sambutan wisuda akbar 4.436 lulusan Politeknik Keuangan Negara (PKN) STAN di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, Tangerang, Banten, Kamis, 19 September 2019. 

    Dia berharap para wisudawan untuk terus belajar meningkatkan ilmu dan keahlian guna mencapai kesuksesan, meski telah lulus dari PKN STAN. Bahkan, dia mengutip kalimat Presiden pertama RI Soekarno yaitu "barang siapa yang ingin mutiara, dia harus berani terjun ke dalam lautan yang dalam".

    "Jadi Anda kalau mau sukses, tidak hanya diam membaca buku, Anda harus menyiapkan diri Anda untuk terjun. Anda harus belajar dan belajar. Itu adalah cara mental kita untuk memperbaiki republik ini," katanya.

    Menurut dia, para wisudawan merupakan sumber daya manusia yang terpilih bagi kemajuan Indonesia. Karena itu, para wisudawan harus menjadi tonggak penting penjaga republik karena telah mendapatkan kesempatan untuk menempuh pendidikan tinggi melalui uang negara.

    "Dengan ilmu, moralitas dan karakter anda. Itu yang akan menjadikan bagaimana Indonesia menjadi negara yang maju," katanya.

    Sri Mulyani juga menitipkan kemajuan RI agar mampu mencapai level ekonomi tinggi, tepat pada perayaan 100 tahun Indonesia merdeka atau 2045. Karena itu, ia mengharapkan para wisudawan menjadi manusia yang berkarakter, tidak hanya pintar di kepala, namun juga bersih di hati dan sikap.

    "Indonesia akan meraih perbaikan dan mengukir prestasi melalui tangan-tangan kalian, sikap kalian, dan karakter kalian. Jangan pernah lelah mencintai Indonesia," katanya.

    Wisuda Akbar PKN STAN mengusung tema "Arkadhyana", akronim dari Agungkan Renjana Kisah Pengabdian Tiada Akhir untuk Kejayaan Indonesia.

    Kata "Arka" bermakna matahari, sedangkan kata "Dhyana" berasal dari kata "Widhyanata" yang bermakna pandai berilmu.

    Melalui tema tersebut, para wisudawan PKN STAN diharapkan dapat menjadi punggawa keuangan negara yang berketrampilan khusus dalam merangkai kisah pengabdian ke seluruh penjuru Tanah Air.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.