Rini Soemarno Dorong BUMN Cari Mitra Strategis di Afrika

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri BUMN Rini Soemarno (depan) melihat lintasan LRT di Stasiun Harjamukti, Cibubur, Jakarta Timur, Jumat 23 Agustus 2019. Menteri BUMN meninjau proyek stasiun lintas rel terpadu (LRT) Cibubur yang merupakan bagian dari proyek LRT lintasan Cawang - Cibubur yang pembangunannya sudah mencapai 85 persen dan akan diuji coba pada bulan september. ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha

    Menteri BUMN Rini Soemarno (depan) melihat lintasan LRT di Stasiun Harjamukti, Cibubur, Jakarta Timur, Jumat 23 Agustus 2019. Menteri BUMN meninjau proyek stasiun lintas rel terpadu (LRT) Cibubur yang merupakan bagian dari proyek LRT lintasan Cawang - Cibubur yang pembangunannya sudah mencapai 85 persen dan akan diuji coba pada bulan september. ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mendorong perusahaan negara untuk mencari rekan dan menjadi mitra strategis di  Afrika. "Kami terus mendorong agar BUMN dapat menjadi mitra strategis negara-negara di Benua Afrika. Hal ini sesuai arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar BUMN tak hanya menjadi pemain di dalam negeri, tetapi juga di luar negeri," ujar Rini Soemarno dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis 19 September 2019.

    Saat ini Rini Soemarno sedang menjalani kunjungan ke beberapa negara di Afrika. Kunjungan kerja itu juga merupakan arahan langsung Presiden Jokowi untuk membantu pembangunan infrastruktur negara-negara Afrika.

    Kali ini, Menteri BUMN itu melakukan kunjungan ke negara Afrika Timur, Zanzibar. Dalam kunjungannya, Rini Soemarno bertemu dengan Presiden Zanzibar Ali Muhammad Shein untuk membicarakan kerja sama lanjutan antar BUMN kedua negara, menindaklanjuti perjanjian kerja sama yang dilakukan di acara Indonesia Afrika Infrastructure Dialog (IAID) 2019 di Bali.

    Dalam perjanjian kerja sama di Bali, dipaparkan bahwa PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) ditunjuk untuk membangun fasilitas terminal pelabuhan cair dan curah senilai 30-40 juta dolar AS di Zanzibar. Pembangunan fasilitas terminal itu dinilai dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi Zanzibar. "Diharapkan, kerja sama antara Indonesia dan Zanzibar dapat mempererat hubungan bilateral kedua negara," ujar Menteri Rini.

    Selain Zanzibar, WIKA juga mendapatkan kerja sama proyek pembangunan kawasan bisnis terpadu di Senegal senilai US$ 250 juta dan proyek pembangunan rumah susun di Pantai Gading senilai US$ 66 juta.

    Dalam kunjungan ke Afrika itu, Rini Soermarno juga menawarkan berbagai kerja sama di sektor transportasi, pengelolaan bandara, energi, industri farmasi, infrastruktur perkeretaapian, pelabuhan dan perkebunan. Di sektor energi, PT Pertamina (Persero) memiliki mitra ventura yang merupakan produsen gas di Tanzania.

    "Presiden Zanzibar sangat gembira karena hubungan dengan Indonesia seperti perdagangan Cengkeh dan rempah dengan Indonesia yang sudah sangat lama dan perlu kembali dikembangkan di masa depan. Potensi kerja sama ini akan membantu meningkatkan kinerja BUMN," kata Rini Soemarno.

    Sebelum ke Zanzibar, Menteri BUMN lebih dulu berkunjung ke Madagaskar dengan mengajak lima BUMN untuk menggarap proyek tambang. Lima BUMN tersebut adalah PT Timah Tbk, PT INKA (Persero), PT Kereta Api Indonesia (Persero), PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT LEN Industri (Persero).

    Dalam kunjungan kerjanya ke Madagaskar,  Rini Soemarno melakukan pertemuan dengan Presiden Madagaskar Andry Rajoelani. Menteri Rini berkomitmen untuk mendorong BUMN membantu Madagaskar dalam pembangunan infrastruktur.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.