Kalsel Klaim Sanggup Jadi Penyangga Pangan Ibu Kota Baru

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto aerial bekas tambang batu bara di Kecamatan Samboja, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Rabu, 28 Agustus 2019.. Pembebasan lahan untuk ibu kota baru di Kalimantan Timur akan dilakukan bertahap.  ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

    Foto aerial bekas tambang batu bara di Kecamatan Samboja, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Rabu, 28 Agustus 2019.. Pembebasan lahan untuk ibu kota baru di Kalimantan Timur akan dilakukan bertahap. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menyatakan kesanggupannya untuk menjadi salah satu daerah penyangga pangan ibu kota baru di Kalimantan Timur. Usai panen raya padi bersama masyarakat di Desa Jejangkit, Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor mengatakan,hal itu adalah bukti keberhasilan petani dan pemerintah dalam mengembangkan produksi padi di lahan rawa.

    Kesuksesan tersebut, tambah dia, akan meningkatkan produktivitas pangan Kalsel. "Ke depan Kalsel akan mampu menyuplai kebutuhan pangan di berbagai daerah di Indonesia, terutama bagi ibu kota baru," katanya di Marabahan, Kalimantan Selatan, Rabu 18 September 2019.

    Sebelumnya, banyak pihak pesimistis pada pengembangan Desa Jejangkit sebagai kawasan pertanian lahan rawa, karena kondisi alam dan rawa di daerah tersebut yang memiliki keasaman cukup tinggi, sehingga dikenal sulit dikembangkan. "Saya mengucapkan syukur atas keberhasilan panen yang dilakukan kali ini," kata Sahbirin.

    Menurut dia, Kalimantan Selatan berhasil melakukan optimalisasi pemanfaatan lahan rawa untuk pertanian terutama jenis padi. Areal lahan rawa yang digarap petani bersama segenap komponen, di Desa Jejangkit Muara, Kecamatan Jejangkit, Kabupaten Barito Kuala, untuk ditanami benih padi membuahkan hasil.

    Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Selatan Syamsir Rahman mengatakan panen di lahan Serasi ini merupakan lanjutan dari Hari Pangan sedunia pada 2018.

    Menurut dia, luas lahan pertanian yang ditanam di Desa Jejangkit ini seluas 320 hektare. Jika satu hektare menghasilkan kurang lebih 6 ton maka akan didapat 1.920 ton. Tentunya ini akan menambah produksi padi yang sudah ada.

    Syamsir juga mendorong para petani untuk menggarap lahan Jejangkit agar bisa melakukan tanam 2 kali bahkan lebih dalam satu tahun. Sehingga, hasil panen yang didapatkan bisa lebih berlimpah dan bisa meningkatkan kesejahteraan petani.

    Menurut Syamsir, apabila seluruh pihak mampu menjaga produktivitas padi maka Kalsel siap menjadi penyangga ibu kota baru. "Berapa juta orang yang di Kaltim nanti yang memerlukan beras, tentunya kita akan menyuplainya," katanya optimistis.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.