Proyek Transmisi Jawa-Bali Kedaluwarsa, PLN Cari Pendanaan Baru

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas PDKB dengan pakaian pelindung khusus  melakukan pekerjaan penggantian Isolator pada SUTET di tower 127 Cilegon - Cibinong di Desa Batok, Bogor, 26 Juli 2016. Tempo/Tony Hertawan

    Petugas PDKB dengan pakaian pelindung khusus melakukan pekerjaan penggantian Isolator pada SUTET di tower 127 Cilegon - Cibinong di Desa Batok, Bogor, 26 Juli 2016. Tempo/Tony Hertawan

    TEMPO.CO, Jakarta - PT PLN (Persero) kini mencari sumber pendanaan baru untuk membiayai proyek Jawa Bali Connection (JBC) 500 kV yang ditargetkan beroperasi pada 2023 atau 2024. Sebelumnya proyek tersebut telah memiliki pendanaan, tetapi sudah kedaluwarsa karena proyek tak kunjung digarap.

    Direktur Bisnis PLN Regional Jawa Bagian Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Supangkat Iwan Santoso beralasan, pendanaan kedaluwarsa karena proyek tersebut tidak kunjung dikerjakan setelah diprotes masyarakat Bali. 

    Saat ini, lewat pemerintah daerah Bali, proyek tersebut telah disetujui dengan tidak menggunakan transmisi berupa saluran udara tegangan ekstra tinggi (SUTET), melainkan perpaduan antara SUTET dan kabel bawah laut. 

    Dengan diperolehnya persetujuan dari masyarakat Bali, perizinan pembangunan JBC diurus kembali. Sembari mengurus izin,  secara paralel dilakukan pencarian dana.

    "2024 paling lama. Kita berharap kalau studi ini cepat selesai. Dulu sudah ada pendanaan yang expired, sekarang kita lagi cari pendanaan paralel dengan perizinan yang baru," kata Supangkat, Rabu 18 September 2019.

    Selain itu, PLN juga sedang melakukan studi kelayakan untuk memastikan pembangunan proyek tidak bertentangan dari sisi lingkungan maupun keekonomian yang layak. PLN juga akan melakukan lelang konstruksi proyek tersebut dengan target dimulai sekitar 6 bulan lagi. 

    Menurut Supangkat, apabila semua proses tersebut selesai, konstruksi sudah bisa dilakukan dengan waktu pembangunan sekitar 2,5 tahun. Targetnya, pada 2023 atau paling lama 2024 JBC sudah selesai dibangun. 

    Saat ini, sistem interkoneksi Jawa-Bali dihubungkan dengan saluran kabel laut tegangan tinggi (SKLTT) 150 kV. Jika JBC beroperasi kelak, sistem distribusi kelistrikan Jawa-Bali akan semakin kuat dengan beroperasinya dua transmisi. 

    Pada perencanaan sebelumnya, nilai investasi proyek tersebut diperkirakan mencapai Rp4,8 triliun. Komitmen pendanaan untuk PLN pun diperoleh dari sejumlah sumber, antara lain senilai US$224 juta dari Asian Development Bank (ADB), US$25 juta dari The ASEAN Infrastructure Fund Ltd. (AIF), US$100 juta dari Kreditanstalt fur Wiederaufbau (KfW) atau Bank Pembangunan Jerman, dan Rp223 miliar dari PLN.

    BISNIS

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.