Riset: Grab Pimpin Lagi Pasar Transportasi Online di Indonesia

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Co-Founder and CEO Grab Anthony Tan (kiri) berjabat tangan dengan President of Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata usai mengumumkan mendapatkan suntikan dana senilai Rp 20,4 triliun dari Softbank, di Gedung Lippo, Jakarta Selatan, Rabu, 6 Maret 2019. TEMPO/Melgi Anggia

    Co-Founder and CEO Grab Anthony Tan (kiri) berjabat tangan dengan President of Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata usai mengumumkan mendapatkan suntikan dana senilai Rp 20,4 triliun dari Softbank, di Gedung Lippo, Jakarta Selatan, Rabu, 6 Maret 2019. TEMPO/Melgi Anggia

    TEMPO.CO, Jakarta - Kawasan Asia-Pasifik telah menjadi pasar terbesar transportasi online (ride-hailing) di dunia, yang mencakup 70 persen dari semua perjalanan ride-hailing dunia. Pemain ride-hailing di kawasan ini juga tidak berhenti pada transportasi namun berkembang menjadi marketplace yang menyediakan berbagai kebutuhan lewat yang disebut "super-apps".

    Riset yang dilakukan ABI Research yang berpusat di London, Inggris menyebutkan Grab mempertahankan pangsa pasar transportasi online sebesar 11,4 persen di Asia-Pasifik dengan dominasi di pasar Indonesia dan Vietnam. Di Indonesia, Grab memimpin pasar dengan 64 persen dan Vietnam 74 persen. Riset ini merupakan riset kedua yang dikeluarkan oleh ABI Research setelah tahun 2018.

    Menurut ABI Research, kepemimpinan pasar ini merupakan buah keberhasilan Grab menjadi super apps yang dapat menangkap volume permintaan masyarakat yang begitu besar selain transportasi, yaitu menyediakan layanan pengiriman barang dan makanan, serta layanan keuangan melalui layanan GrabExpress, GrabFood, GrabFresh, dan GrabFinancial.

    Sedangkan Go-Jek, pesaing terdekat Grab, memiliki 35,3 persen dari pasar Indonesia sementara Go-Viet memiliki 10,3 persen dari pasar Vietnam.

    Smart Mobility Principal Analyst ABI Research James Hodgson mengatakan, pertumbuhan transportasi online mengalami perlambatan. Setelah mencapai 22 miliar perjalanan pada 2018, tahun 2019 diperkirakan akan ditutup dengan angka perjalanan sedikit di bawah 22 miliar. Karena itu, pengembangan layanan di luar transportasi adalah keniscayaan.

    Hodgson mencontohkan, di Amerika Serikat ketika sektor transportasi Uber hanya tumbuh 9 persen pada kuartal I 2019, UberEats tumbuh impresif mencapai 89 persen pada periode yang sama.

    Menurut Hodgson, operasi transportasi online makin tertekan dengan langkah-langkah meningkatkan insentif pengemudi dan mensubsidi tarif untuk mencari pelanggan baru dan memperluas pangsa pasar.
    Karena itu, pengembangan untuk menjadi "supermarket" layanan smart mobility yang dilakukan Grab merupakan contoh suatu upaya inovasi yang berhasil.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.