Data Bocor, Malindo Air Minta Penumpang Ganti Password Akun

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perdana Menteri Malaysia Najib Tun Razak (berdiri tengah) menyaksikan penandatanganan naskah kerja sama antara  Lion Group dan Nadi Sdn Berhad untuk pembentukan maskapai penerbangan bersama Malindo Airways, di Kuala Lumpur, (11/9). ANTARA/Aulia Badar

    Perdana Menteri Malaysia Najib Tun Razak (berdiri tengah) menyaksikan penandatanganan naskah kerja sama antara Lion Group dan Nadi Sdn Berhad untuk pembentukan maskapai penerbangan bersama Malindo Airways, di Kuala Lumpur, (11/9). ANTARA/Aulia Badar

    TEMPO.CO, Kuala Lumpur - Maskapai Lion Air Group, Malindo Air, melaporkan kasus kebocoran data penumpang dan sedang memproses penyelidikan lebih lanjut. Terkait kebocoran data itu, Malindo Air menghimbau kepada seluruh penumpang atau pelanggan yang memiliki akun Malindo Miles untuk segera mengubah kata sandi akun mereka.

    "Apalagi jika password yang sama juga digunakan pada layanan online lain," kata Departemen Humas dan Komunikasi Malindo Air, Andrea Liong di Kuala Lumpur, Rabu, 18 September 2019.

    Selanjutnya, kata Andrea, Malindo Air akan terus memberikan keterangan lebih lanjut melalui website, seluler (mobile) dan media sosial.

    Andrea mengakui, beberapa data pribadi penumpang yang disimpan di lingkungan berbasis cloud kemungkinan telah disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Sebab, Malindo Air menyatakan tidak menyimpan rincian pembayaran setiap penumpang atau pelanggan di dalam server.

    Saat ini, tim internal Malindo Air bersama penyedia layanan data eksternal, Amazon Web Services (AWS) dan GoQuo sebagai mitra e-commerce saat ini sedang menyelidiki atas hal tersebut.

    "Malindo Air sudah mengambil dan melakukan langkah-langkah tepat dalam memastikan agar data penumpang tidak terganggu, sesuai Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi Malaysia 2010 (Malaysian Personal Data Protection Act 2010)," kata Andrea.

    Menurut Andrea, selama ini Malindo Air selalu mematuhi ketentuan Standar Kartu Pembayaran Industri dan Standar Keamanan Data (Payment Card Industry/ PCI - Data Security Standard/ DSS)," katanya. Dalam menjalankan bisnis dan operasional, perusahaan senantiasa patuh terhadap semua aturan, kebijakan, ketentuan dari berbagai otoritas baik lokal maupun luar negeri (internasional) termasuk CyberSecurity Malaysia.

    Malindo Air adalah maskapai Malaysia yang tergabung dengan Lion Air Group. Maskapai ini mulai terbang pada Maret 2013 dan saat ini telah mengoperasikan 13 ATR 72-600 dan 29 Boeing 737 generasi modern, dengan lebih dari 1.400 penerbangan setiap minggu di 55 rute.

    Malindo Air juga bekerja sama (code share) dengan maskapai Turkish Airlines, Lion Air, Batik Air, serta mitra interlining ke Xiamen Air, All Nippon Airways (ANA), Qatar Airways, Etihad Airways dan Oman Air.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.