Tutup Penerbangan di Kertajati, Okupansi Garuda di Bawah 50 Persen

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesawat Garuda Indonesia. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    Pesawat Garuda Indonesia. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta – Okupansi penerbangan maskapai Garuda Indonesia tercatat tak terlalu baik di Bandara Internasional Jawa Barat atau Bandara Kertajati. Corporate Secretary PT BIJB Arief Budiman mengatakan, okupansi maskapai pelat merah itu kurang dari 50 persen. 

    “Kalau okupansi kan idealnya di atas 75 persen. Okupansi paling rendah itu untuk tujuan Surabaya dan Bali, dioperasikan maskapai Garuda Indonesia,” katanya saat dihubungi pada Rabu, 18 September 2019. 

    Garuda Indonesia menutup penerbangannya di Bandara Kertajati dengan alasan komersial. Maskapai itu menyetop layanannya pada Agustus lalu, menyusul Citilink yang lebih dulu menghentikan operasional di Bandara Kertajati sebulan sebelumnya.

    Akibat hengkangnya Garuda yang menyusul Citilink, jumlah penumpang yang bepergian dari Bandara Kertajati anjlok hampir 1.000 penumpang per hari. Berdasarkan data yang diterima Tempo, total pergerakan penumpang pada Juli mencapai 104.934 orang atau rata-rata 3.385 orang per hari.

    Sedangkan pada Agustus melorot menjadi 86.824 pergerakan penumpang dengan rata-rata 2.801 penumpang per hari. Sementara itu, hingga 16 September 2019, total penumpang di Bandara Kertajati hanya 233.180 orang. 

    Ihwal frekuensi, Arief mencatat, jumlah pergerakan pesawat rata-rata per hari selama September 2019, hanya 22 penerbangan. Jumlah ini turun ketimbang Agustus yang mencapai 24 pergerakan, sedangkan Juli 29 pergerakan. 

    Arief mengatakan saat ini maskapai yang beroperasi di Bandara Kertajati hanya ada Lion Air dan AirAsia. Rata-rata okupansi kedua maskapai itu 60-65 persen.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.