Pesawat Twin Otter yang Hilang Kontak di Timika Membawa Tiga Awak

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Polana B Pramesti menjelaskan pertemuan Dirjen Perhubungan Udara, Airnav, dan tim Badan Pemenangan Nasional soal pesawat calon presiden Prabowo Subianto yang batal terbang di Bandara Halim Perdanakusuma Senin, 1 April lalu. Polana memberi penjelasannya di kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Jumat, 5 April 2019. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Polana B Pramesti menjelaskan pertemuan Dirjen Perhubungan Udara, Airnav, dan tim Badan Pemenangan Nasional soal pesawat calon presiden Prabowo Subianto yang batal terbang di Bandara Halim Perdanakusuma Senin, 1 April lalu. Polana memberi penjelasannya di kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Jumat, 5 April 2019. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    TEMPO.CO, Jakarta – Pesawat jenis Twin Otter Series DHC6-400 yang hilang kontak pada Rabu, 18 September 2019 di Timika, Papua, diketahui dikendalikan oleh tiga awak. Ketiganya adalah Captain Dasep Sobirin, Yudra Tutuko sebagai flight officer, dan Ujang Suhendar sebagai engineer on board

    “Pesawat tersebut mengalami lost contact (hilang kontak) pada pukul 01.54 UTC yang seharusnya sampai di (Bandara) Ilaga pukul  02.09 UTC,” ujar Direktur Jenderal Perhubungan Udara Polana Banguningsih Pramesti pada Rabu, 18 September 2019 siang, melalui keterangan tertulis kepada wartawan.

    Pesawat milik PT Carpediem Aviasi Mandiri itu mulanya terbang dari Bandara Mozes Kilangin Timika. Pesawat ini tidak membawa penumpang, melainkan hanya mengangkut beras dengan berat 1,7 ton.

    Polana mengatakan, kementeriannya telah berkoordinasi dengan pihak terkait seperti Basarnas,  AiNnav, dan pihak Pangkalan Udara (Lanud) Yohanis Kapiyau. Ia juga telah berkoordinasi dengan operator penerbangan  untuk mencari  titik lokasi keberadaan dari pesawat. 

    Saat ini,Kantor Otoritas Udara  Wilayah X  pun masih memonitor perkembangan pencarian pesawat. “Kami berharap pesawat yang mengalami lost contact segera dapat ditemukan,” tutur Polana.

    Polana mengimbau stakeholder yang bergerdak di bidang maskapai, khususnya yang beroperasi di daerah Papua, mengutamakan keselamatan dan keamanan.

    Senada dengan Polana, Direktur Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara Kementerian Perhubungan Avirianto mengatakan masih menunggu kabar dari tim untuk memastikan keberadaan pesawat yang hilang kontak tersebut. Pihaknya mengaku belum memperoleh informasi dari tim SAR di lapangan.  “Kalau spidertracks-nya kelihatan, tapi kan itu ada air split ya, pasti kan di sana agak sulit komunikasinya,” tuturnya.

    FRANCISCA CHRISTY ROSANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.