KAI Klaim Tak Ada Gangguan, Pemesanan Tiket Kereta Tetap 30 Hari

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemudik saat menunjukkan tiket kereta kepada petugas di Stasiun Gambir, Jakarta, Jumat, 31 Mei 2019. Selama Lebaran, PT KAI khususnya Stasiun Gambir menyediakan Kereta Api tambahan sebanyak 13 KA dan tambahan ekstra 2 KA. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Pemudik saat menunjukkan tiket kereta kepada petugas di Stasiun Gambir, Jakarta, Jumat, 31 Mei 2019. Selama Lebaran, PT KAI khususnya Stasiun Gambir menyediakan Kereta Api tambahan sebanyak 13 KA dan tambahan ekstra 2 KA. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Jangka waktu pemesanan tiket kereta api, baik jarak menengah maupun jarak jauh, secara online mengalami perubahan. Saat ini pemesanan hanya dapat dilayani untuk keberangkatan H-30.

    Sebelumnya, pemesanan tiket melalui sistem online dapat dilayani untuk H-90 keberangkatan. Tempo melakukan pemantauan terhadap tiga platform pemesanan tiket. Di antaranya situs resmi KAI, aplikasi KAI, dan aplikasi online travel agent Traveloka.

    Pada Selasa, 17 September 2019, Tempo mencoba memesan tiket kereta api rute Gambir-Semarang untuk keberangkatan 11 November. Namun, tiket kereta di ketiga platform ini tidak tertera.

    "Trains not available," begitulah bunyi kotak dialog dari laman pencarian tiket. Hal yang sama dilakukan pada Rabu, 18 September 2019. Tempo menjajal memesan tiket kereta api rute Pasar Senen menuju Yogyakarta untuk keberangkatan November 2019, namun kembali tak tertera.

    Tempo lantas mencoba menelepon customer service KAI di nomor 121. Pihak customer service menerangkan pembelian tiket dapat dilayani melalui telepon seumpama penumpang gagal mengaksesnya melalui web atau aplikasi.

    Kepala Humas PT KAI Persero Edy Kuswoyo menyatakan sistem pemesanan tiket kereta secara online telah kembali normal. Ia membenarkan sempat ada gangguan, namun hanya pada 2 September lalu.

    Ia lalu menampik gangguan itu terjadi sampai hari ini. "Perihal ini tidak benar. Semuanya normal. Gangguan hanya terjadi pada 2 September 2019. Setelah itu normal sampai sekarang," tuturnya.

    Ketua Bidang Perkeretaapian Masyarakat Transportasi Indonesia atau MTI Aditya Dwi Laksana mengatakan PT KAI sedang banyak melakukan pembaruan sistem informasi. Maka, ia memandang wajar bila terjadi penyesuaian di berbagai pelayanan, seperti lama masa pemesanan tiket.

    Namun, ia berharap perubahan waktu pemesanan tiket ini tidak berkepanjangan. “Kalau terus-terusan 30 hari malah ada penurunan pelayanan. Saya harap KAI segera mengembalikan sistem pemesanan ke 90 hari,” ujarnya saat dihubungi Tempo.

    Menurut dia, jangka waktu pemesanan tiket kereta 90 hari sejatinya merupakan hitungan yang ideal. Sebab, akan mengedukasi penumpang untuk melakukan perencanaan perjalanan dengan lebih baik. Penumpang juga masih memiliki waktu yang lowong seandainya ingin mengubah jadwal atau membatalkan pesanan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.