Ribuan Buruh di Medan Berunjuk Rasa Tolak Kenaikan Iuran BPJS

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi BPJS Kesehatan. TEMPO/Tony Hartawan

    Ilustrasi BPJS Kesehatan. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta -Ribuan buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia atau KSPSI dan Federasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia atau FSPSI menggelar unjuk rasa di kantor Gubernur Sumatera Utara, untuk menolak rencana pemerintah menaikkan iuran BPJS Kesehatan, Rabu, 18 September 2019.

    Mereka menuntut pemerintah untuk membatalkan rencana tersebut. "Ini tentang buruh, tentang rakyat Indonesia, seharusnya segala keputusan harus berdasarkan dengan kepentingan rakyat," kata Ketua DPC FSPTI Kota Medan, Anthony Pasaribu.

    Selain menentang rencana kenaikan iuran BPJS Kesehatan, para buruh juga menolak rencana revisi Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan karena dinilai merugikan pekerja atau buruh. "Karena ini menyangkut tentang kehidupan para buruh. Kami menolak dengan tegas apa yang menjadi tuntutan kami, karena ini demi kesejahteraan para buruh," katanya.

    Melalui aksi ini, kata Anthony, diharapkan kepada Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi menyampaikan tuntutan tersebut ke pemerintah pusat. "Harapan kami kepada bapak gubernur supaya menyampaikan aspirasi kami ke pemerintah pusat supaya menunda kenaikan BPJS itu khususnya kelas dua," ujarnya.

    Hingga berita ini disiarkan, ribuan massa aksi menolak kenaikan iuran BPJS Kesehatan masih berada di depan kantor Gubernur Sumatera Utara sambil terus menyampaikan aspirasinya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.