Susi Pudjiastuti Tegaskan Alasan Tenggelamkan Kapal Ikan Ilegal

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyimak pertanyaan wartawan saat memberikan konferensi pers di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa 30 April 2019. Menteri Susi akan melakukan penenggelaman 51 kapal pencuri ikan secara bertahap mulai tanggal 4 Mei mendatang, 38 diantaranya merupakan kapal Vietnam. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

TEMPO.CO, Jakarta - Di penghujung akhir masa tugasnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti kembali menyampaikan alasan memusnahkan dan menenggelamkan kapal asing yang menangkap ikan secara ilegal.

“Saya percaya pemusnahan ini adalah satu-satunya cara untuk bisa memberikan deterrent effect,” kata dia dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemberantasan Illegal Fishing atau Satgas 115 di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta Pusat, Selasa, 17 September 2019.

Menurut dia, Indonesia tidak mungkin memberantas illegal fishing dengan memagari seluruh perbatasan laut yang sangat luas dengan kapal perang. Untuk itu, deterrent effect menjadi sangat penting sebagai peringatan bagi para pelaku agar menghentikan praktik ilegal yang mereka lakukan. Cara ini lebih efektif ketimbang menangkap kapal lalu melelangnya demi memperoleh penerimaan negara. 

Selama ini, kata dia, praktik lelang kapal asing penangkap ikan hanya akan membuat kapal itu kembali lagi ke tangan pemilik semula. Sebab, harga lelang yang dikeluarkan penegak hukum hampir setara dengan pendapatan satu kapal. Terlebih, pihak asing tersebut memiliki kaki tangan untuk membeli kembali kapal mereka. “Akhirnya kita menangkap kapal yang sama, dua sampai tiga kali,” kata dia.

Meski demikian, tidak seluruh kapal asing saat ini dimusnahkan. Pada akhir 2017, Kejaksaan Negeri Belawan, Sumatera Utara, diketahui melepas KM KHF 1980 dengan harga lelang Rp 3 miliar. Kapal-kapal lain yang kedapatan mencuri ikan pada posisi 06o 12’00” LU - 06o25’50” BT (5 nautical mile masuk batas Landas Kontinen Laut Natuna) di tahun yang sama juga dilelang seragam.

Setelah proses lelang, kapal dengan pemilik yang sama kembali mencuri ikan. Pada Februari 2019 lalu, tindak pencurian itu diendus kembali oleh pemerintah dan kapal yang sebelumnya sudah dilelang pun kembali disita. Susi yang mendapati bahwa kapal itu ternyata dilelang langsung merasa geram.

Menanggapi protes Susi Pudjiastuti, Jaksa Agung M Prasetyo memastikan proses lelang kapal pencuri ikan berbendera Vietnam tersebut sudah dilakukan sesuai prosedur. Prasetyo juga menampik ada permainan dalam proses lelang. Lebih lanjut, ia berujar bahwa sikap yang diambil Kejaksaan ini adalah putusan yang tidak dapat dilawan. “Kalau ada yang mau ditenggelamkan silakan. Tapi kalau di dalam putusan, tentunya ya harus dilelang sebagai PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak),” ucap dia, 1 April 2019.

FAJAR PEBRIANTO






Terkini Bisnis: Pesan Politikus PKS Soal Pembengkakan BIaya Kereta Cepat, Susi Kritik Sandiaga

6 hari lalu

Terkini Bisnis: Pesan Politikus PKS Soal Pembengkakan BIaya Kereta Cepat, Susi Kritik Sandiaga

Berita terkini bisnis hingga siang ini dimulai dari politikus PKS yang mengingatkan pemerintah tak terjebak menalangi proyek kereta cepat dengan APBN.


Susi Pudjiastuti Kritik Sandiaga Soal Kenaikan Harga Tiket Pulau Komodo: Why Again?

6 hari lalu

Susi Pudjiastuti Kritik Sandiaga Soal Kenaikan Harga Tiket Pulau Komodo: Why Again?

Susi Pudjiastuti mengkritik Menteri Sandiaga Uno soal kenaikan harga tiket masuk Taman Nasional Komodo menjadi Rp 3,75 juta per orang.


Susi Pudjiastuti Manikur dan Pedikur Sendiri di Rumah

12 hari lalu

Susi Pudjiastuti Manikur dan Pedikur Sendiri di Rumah

Susi Pudjiastuti mengatakan jarang melakukan perawatan kuku, kali ini dia manikur dan pedikur sendiri untuk menghadiri sebuah acara.


Kecelakaan Pesawat Susi Air di Timika, ini Profil Maskapai yang Didirikan Susi Pudjiatuti 18 Tahun Lalu

47 hari lalu

Kecelakaan Pesawat Susi Air di Timika, ini Profil Maskapai yang Didirikan Susi Pudjiatuti 18 Tahun Lalu

Pesawat Susi Air dikenal masyarakat sebagai maskapai yang melayani penerbangan rintisan dengan peswat berukuran kecil. Begini profil maskapai Susi Air


Semua Korban Kecelakaan Pesawat Susi Air Dievakuasi ke Timika

48 hari lalu

Semua Korban Kecelakaan Pesawat Susi Air Dievakuasi ke Timika

Pesawat Susi Air dengan nomor penerbangan PK- BVM hilang kontak sekitar pukul 08.20 WIT dalam perjalanan rute Timika-Duma.


Pesawat Susi Air Kecelakaan di Papua, 6 Penumpang Selamat

48 hari lalu

Pesawat Susi Air Kecelakaan di Papua, 6 Penumpang Selamat

Informasi kecelakaan pesawat sebelumnya disampaikan oleh pemilik Susi Air, Susi Pudjiastuti.


Pesawat Susi Air Hilang Kontak Pukul 08.20 WIT

48 hari lalu

Pesawat Susi Air Hilang Kontak Pukul 08.20 WIT

Pesawat Susi Air jenis Pilatus Porter PC-6 dengan nomor penerbangan PK- BVM mengangkut enam penumpang.


Susi Pudjiastuti Klaim Semua Penumpang Pesawatnya yang Jatuh di Papua Selamat

48 hari lalu

Susi Pudjiastuti Klaim Semua Penumpang Pesawatnya yang Jatuh di Papua Selamat

Pemilik Maskapai Susi Air, Susi Pudjiastuti mengklaim seluruh penumpang dan pilot pesawat Susi Air yang jatuh di Papua selamat.


Titik Koordinator Jatuhnya Pesawat Susi Air di Papua Sudah Diketahui Basarnas

48 hari lalu

Titik Koordinator Jatuhnya Pesawat Susi Air di Papua Sudah Diketahui Basarnas

Basarnas sudah mengetahui titik jatuhnya pesawat Susi Air di Papua. Pesawat dengan jenis Pilatus Porter dikabarkan jatuh saat akan terbang dari Timika menuju Duma


Pesawat Susi Air Kecelakaan di Papua, Angkut 6 Penumpang

48 hari lalu

Pesawat Susi Air Kecelakaan di Papua, Angkut 6 Penumpang

Pesawat Susi Air kecelakaan saat terbang dari Timika ke Duma.