Tren Penggunaan Robot Industri Naik 20 Persen

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Humanoid robot, Sophia berperan sebagai juru bicara untuk masa depan inovasi dan teknologi dalam penerbangan di Arabian Travel Market 2018, Dubai. TEMPO/ Aisha

    Humanoid robot, Sophia berperan sebagai juru bicara untuk masa depan inovasi dan teknologi dalam penerbangan di Arabian Travel Market 2018, Dubai. TEMPO/ Aisha

    TEMPO.COSURABAYA – Tren penggunaan teknologi robot di Indonesia pada industri mengalami kenaikan. Mayoritas pengguna teknologi robot adalah industri makanan dan minuman.  

    "Ada kenaikan sekitar 20 persen penggunaan robot pada industri di Indonesia. Ini menjadi pertanda bahwa implementasi robot di Indonesia sudah bisa dimulai," kata Head of Robotics & Discrete Automation ABB Indonesia Mugi Harfianza di Surabaya, Jawa Timur, pada Selasa 17 September 2019.

    Pada acara Indonesia's Leading of Industrial 4.0 (INDI 4.0), Mugi mengemukakan serapan teknologi robot di Indonesia sekitar 950 unit di tahun 2017 dan melonjak menjadi 1.200 unit robot pada tahun selanjutnya.

    Kata dia, Indonesia memiliki potensi yang bagus untuk bidang robotika. "Hal ini berbeda dengan di negara lain, di mana industri otomotif dan elektronika justru menjadi pengguna terbesar teknologi ini," tuturnya.

    Namun, total penyerapan teknologi robotika di Indonesia masih jauh dibandingkan dengan negara tetangga seperti Vietnam dan Thailand.

    "Di Vietnam, tingkat penyerapan robot sudah mencapai 3.000 unit per tahun, sementara Thailand mencapai 4.000 unit robot per tahun. Apalagi jika dibanding dengan Korea Selatan, Singapura, Jerman, Amerika Serikat, dan China yang penyerapannya jauh lebih besar," lanjutnya. 

    Penerapan teknologi robot di dunia industri diperlukan untuk peningkatan produksi dan daya saing produk.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.