Sri Mulyani: Korupsi Kesalahan yang Tidak Bisa Diampuni

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati kembali terpilih sebagai Menteri Keuangan Terbaik di Asia Pasifik tahun 2019. Penghargaan ini diraih Sri Mulyani untuk ketiga kalinya setelah tahun 2017 dan 2018 lalu. ANTARA/Wahyu Putro A

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati kembali terpilih sebagai Menteri Keuangan Terbaik di Asia Pasifik tahun 2019. Penghargaan ini diraih Sri Mulyani untuk ketiga kalinya setelah tahun 2017 dan 2018 lalu. ANTARA/Wahyu Putro A

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memberikan arahan kepada 129 pejabat eselon III di lingkungan Kementerian Keuangan yang baru saja
    dilantik.

    Para pejabat tersebut berasal dari Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Anggaran, Direktorat Jenderal Pajak, dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan. Sebanyak 65 pejabat menerima promosi dari eselon IV ke eselon III, 58 pejabat mutasi, sementara 6 lainnya menerima pengukuhan karena reorganisasi dan pengangkatan kembali dalam jabatan.

    Lebih jauh Sri Mulyani mengatakan pejabat eselon III memiliki peran yang penting untuk negara. Mereka, kata Sri Mulyani bisa menjadi penggerak agar ekonomi Indonesia terus tumbuh. 

    Namun, ada pejabat eselon III yang memberikan contoh buruk. "Mereka bahkan menginstruksikan korupsi dan mereka gunakan kewenangan untuk melindungi dirinya dan menekan anak buahnya agar ikut kompromi jalankan korupsi," kata Sri Mulyani di Gedung Dhanapala, Jakarta, Selasa, 17 September 2019.

    Dia mengatakan tidak ingin hal itu terjadi di Kementerian Keuangan. "Pertama, dia jahat kepada diri sendiri, organisasi dan anak buahnya. Ini kesalahan yang tidak bisa diampuni," kata Sri Mulyani.

    Oleh karena itu, Sri Mulyani berharap para pejabat baru ini bisa bersikap profesional, berintegrasi, memiliki jiwa kepemimpinan yang baik, empati, dan bersikap nyata. Adapun Menurut dia, eselon III merupakan jabatan yang strategis karena posisi jabatan yang dekat dengan level pimpinan, sekaligus juga dekat dengan jajaran staf.

    “Saya selalu menekankan bahwa fungsi eselon III itu sangat strategis. Anda lah the real organisational mover. Anda engine dari organisasi kita. Anda menentukan sikap dan tone dari organisasi kita. Menkeu bisa saja berpidato, tapi yang the real contoh kepada jajaran anda adalah diri Anda,” kata dia.

    Oleh karena itu, kata Sri Mulyani, pejabat eselon III bisa menjadi titik kuat dari organisasi sekaligus juga bisa jadi titik lemah organisasi. Posisi para Eselon III di lingkungan Kemenkeu ini menjadi sangat penting untuk dapat menyulut semangat, menciptakan komitmen dan keterikatan serta dedikasi dari jajaran staf di Kemenkeu.

    Sri Mulyani juga menekankan pentingnya pengalaman dan integritas para pejabat Eselon III tersebut. Di samping itu, Kemenkeu saat ini banyak merekrut pegawai muda yang merupakan lulusan terbaik.

    Di sinilah, Sri Mulyani menekankan pentingnya posisi Eselon III di Kemenkeu untuk dapat menjadi role model bagi ASN baru tersebut. "Apa yang Anda lakukan, yang Anda perbuat, yang Anda ucapkan itu menjadi suatu investasi kepada jajaran kita terutama yang baru masuk," tuturnya. "Jika kita mampu merekrut orang-orang terbaik, kita bisa memberikan mereka pembekalan. Tetapi, yang setiap hari mereka lihat adalah Anda, sebagai role model yang baik."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.