Menteri Rini Soemarno Rombak Direksi Bio Farma

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Delegasi Negara Organisasi Kerja sama Islam (OKI) meninjau fasilitas pengemasan vaksin saat kunjungan di Laboratorium Bio Farma, Bandung, Jawa Barat, Jumat 23 November 2018. Dalam kunjungan tersebut Delegasi OKI meninjau produksi, fasilitas pengemasan vaksin dan proses fungsi pengawasan yang sudah memenuhi standar WHO. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa

    Delegasi Negara Organisasi Kerja sama Islam (OKI) meninjau fasilitas pengemasan vaksin saat kunjungan di Laboratorium Bio Farma, Bandung, Jawa Barat, Jumat 23 November 2018. Dalam kunjungan tersebut Delegasi OKI meninjau produksi, fasilitas pengemasan vaksin dan proses fungsi pengawasan yang sudah memenuhi standar WHO. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Bio Farma memperkenalkan jajaran direksi terbarunya hari ini, Senin, 16 September 2019. Posisi Direktur Utama dipegang oleh Honesti Basyir, yang sempat menjabat sebagai Direktur Utam PT Kimia Farma. M Rahman Roestan yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Utama PT Bio Farma, bergeser menjadi Direktur Operasi.

    “Dengan susunan baru Direksi Bio Farma ini, diharapkan ketersediaan produk farmasi dan life-science serta acess to medicine dengan harga yang terjangkau, bisa lebih merata penyebarannya di Indonesia, sehingga cita - cita SDM Indonesia yang sehat bisa tercapai,” kata Direktur Utama PT Bio Farma Honesti Basyir, dikutip dari rilis yang diterima Tempo, Senin, 16 September 2019.

    Penetapan jajaran direksi PT Bio Farma itu tertuang dalam Keputusan Menteri BUMN selaku RUPS PT Bio Farma, nomor SK-203 tanggal 13 September 2019. Surat keputusan tersebut berisi pemberhentian, perubahan nomenklatur jabatan, pengalihan tugas, dan pengangkatan anggota direksi PT Bio Farma.

    Menteri BUMN Rini Soemarno memutuskan nomenklatur dan susunan direksi PT Bio Farma yang baru sebagai berikut. Honesti Basyir selaku Direktur Utama, IGN Suharta Wijaya Direktur Keuangan dan Mitra Bisnis, M Rahman Roestan  Direktur Operasi, Sri Harsi Teteki untuk posisi Direktur Pemasaran, Penelitian dan Pengembangan I. Sementara posisi Direktur Pemasaran, Penelitian dan Pengembangan II masih kosong.

    Keputusan Menteri BUMN itu sekaligus memberhentikan direksi lama PT Bio Farma.  Yakni Adriansjah Azhari sebelumnya menjabat Direktur Perencanaan dan Pengembangan, Disril Revolin Putra sebelumnya Direktur SDM dan Umum, Juliman sebelumnya Direktur Produksi, serta Pardiman sebelumnya menjabat Direktur Keuangan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.