Penumpang Kritis, Garuda Indonesia Mendarat Darurat di Australia

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesawat Garuda Indonesia tipe Boeing 737 Max 8 yang terparkir di Garuda Maintenance Facility AeroAsia di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, 13 Maret 2019. Garuda memesan 50 unit Boeing 737 Max 8 hingga 2024.  REUTERS/Willy Kurniawan

    Pesawat Garuda Indonesia tipe Boeing 737 Max 8 yang terparkir di Garuda Maintenance Facility AeroAsia di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, 13 Maret 2019. Garuda memesan 50 unit Boeing 737 Max 8 hingga 2024. REUTERS/Willy Kurniawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Pesawat Garuda Indonesia rute penerbangan Denpasar - Perth (GA 728) pada hari Minggu, 15 September 20019 mengalihkan pendaratan ke Bandara Karratha, Australia. Menurut  Vice President Corporate Secretary Garuda Indonesia M. Ikhsan Rosan, hal itu adalah tindakan responsif awak pesawat untuk menyelamatkan salah satu penumpang yang mengalami kritis akibat serangan jantung dalam penerbangan.

    "Pesawat Garuda Indonesia GA 728 rute Denpasar – Perth berangkat sesuai schedule pada pukul 19.30 LT (Local Time). Beberapa waktu setelah pesawat lepas landas, awak pesawat mendapati salah satu penumpang berjenis kelamin wanita di kursi 32H berusia 63 tahun mengalami gejala sesak nafas. Selanjutnya awak kabin melakukan upaya pertolongan pertama kepada penumpang tersebut," ujarnya melalui keterangan tertulis, Senin, 16 September 2019.

    Ikhsan menjelaskan, bahwa melihat kondisi penumpang yang membutuhkan penanganan lebih lanjut, pilot in command (PIC)  Captain Shahzam Nizam Rassat,  memutuskan mengalihkan pendaratan ke Bandara Karratha untuk memastikan penumpang mendapatkan penanganan lebih lanjut.

    “Pendaratan darurat tersebut sejalan dengan komitmen Garuda Indonesia dalam memprioritaskan keselamatan penumpang selama dalam penerbangan”, kata Ikhsan.

    Ikhsan menuturkan, setibanya pesawat di Bandara Karratha, tim ground handling bandara setempat langsung membawa penumpang tersebut ke rumah sakit terdekat untuk penanganan intensif lebih lanjut.

    Adapun kondisi penumpang, Ikhsan menyatakan, sudah berangsur membaik dan dalam perawatan di rumah sakit. Sesuai rencana, penumpang akan berangkat menuju Perth pada pukul 15.00 waktu setempat dengan didampingi oleh flying doctor untuk selanjutnya dirawat di rumah sakit di Perth.

    “Garuda Indonesia berkomitmen untuk selalu mengedepankan aspek keselamatan para penumpang, adapun yang dilakukan oleh awak pesawat dalam proses penanganan penumpang yang sakit telah sesuai dengan tata laksana pertolongan pertama penumpang pesawat termasuk mekanisme persiapan medical assistance ketika pesawat mendarat," ungkap Ikhsan.

    Penerbangan Garuda Indonesia rute Denpasar – Perth (GA 728) kembali melanjutkan penerbangan menuju Bandara Internasional Perth pada pukul 01.06 waktu setempat dan tiba pada pukul 01.25 LT.

    EKO WAHYUDI | DRC


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.