Perum Perindo Targetkan Ekspor 25 Persen Produk Hasil Tangkapan

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pedagang menata ikan di Pasar Ikan Modern Muara Baru, Jakarta, Rabu, 13 Maret 2019. Di pasar ini pengunjung dapat membeli berbagai jenis ikan, seperti udang, cumi, gurita, sotong, tuna, tongkol, cakalang, bandeng, dan jambal. TEMPO/Hilman Fathurahman W

    Pedagang menata ikan di Pasar Ikan Modern Muara Baru, Jakarta, Rabu, 13 Maret 2019. Di pasar ini pengunjung dapat membeli berbagai jenis ikan, seperti udang, cumi, gurita, sotong, tuna, tongkol, cakalang, bandeng, dan jambal. TEMPO/Hilman Fathurahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Perum Perindo berencana mengekspor 25 persen produk unggulan hasil tangkapan tahun ini seperti tuna, gurita, kakap merah, cumi-cumi, cakalang, kepiting dan udang. Jumlahnya meningkat dibandingkan total ekspor tahun lalu yang hanya 15 persen.

    Direktur Utama Perum Perindo Risyanto Suanda menyatakan telah bekerja sama dengan perusahaan asal Amerika Serikat, ATA Group Companies, Inc, untuk mengekspor kerapu, udang, kepiting dan tuna dengan total nilai US$ 150 juta. Perum Perindo juga menggandeng International Logistics Co,Ltd untuk mengekspor perikanan sebanyak 20 ribu ton per tahun ke China.

    Perusahaan pun memasok tuna ke Jepang melalui kontrak jual beli ikan tuna dengan Musashi Industry Co Ltd Jepang sebanyak 600 ton senilai USA$ 3,3 juta. "Besarnya pasar tuna di Jepang, bahkan Perum Perindo berpeluang menjadi pemasok utama tuna dan produk turunannya," ujarnya, Senin 16 September 2019.

    Perum Perindo juga mengantongi potensi transaksi penjualan sebesar US$ 6,3 juta per bulan dari ajang pameran eksportir dan produsen seafood internasional di Vietnam atau Vietfish 2019. Risyanto mengatakan setidaknya terdapat 37 permintaan yang akan ditindaklanjuti Perum Perindo dari hasil tatap muka dengan calon pelanggan potensial.

    Meski menargetkan ekspor, Risyanto menyatakan perusahaan tetap memprioritaskan kebutuhan dalam negeri. "Kami mengutamakan kebutuhan pasar lokal dulu, baru setelah itu kita ekspor," katanya. Dalam 3 hingga tahun ke depan, dia menargetkan 75 persen hasil produksi untuk ekspor sementara 25 persen sisanya untuk konsumsi lokal.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.