Grab Indonesia Akan Gunakan Mobil Listrik di Layanan Ride Hailing

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung saat melihat mobil listrik yang dipamerkan pada acara IndoTrans Expo 2019 di Jakarta Convention Center, Jakarta, Sabtu, 14 September 2019. Pameran ini merupakan bagian dari peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) Tahun 2019. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Pengunjung saat melihat mobil listrik yang dipamerkan pada acara IndoTrans Expo 2019 di Jakarta Convention Center, Jakarta, Sabtu, 14 September 2019. Pameran ini merupakan bagian dari peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) Tahun 2019. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, BANDUNG - Grab Indonesia sedang menyiapkan layanan mobil listrik di Indonesia. Presiden Grab Indonesia Rizky Kramadibrata mengaku telah berkoordinasi dengan beberapa Kementerian untuk mewujudkan peluncuran layanan mobil listrik. 

    "Hanya memerlukan waktu untuk pilotingnya,” kata dia di Bandung, Senin, 16 September 2019.

    Rizky mengatakan, ada dua tahapan yang tengah dikerjakan Grab. “Pertama piloting, yang sedang dipersiapkan. Kedua adalah detil dari Peraturan Presiden tentang kendaraan berbasis listrik dimana detilnya sedang kita siapkan juga di situ,” kata dia.

    Dia tidak merinci Kementerian yang di ajak membahas soal rencana ini. Rizky mengatakan, Grab Indonesia akan menggunakan skema layanan yang sudah ada namun menggunakan armada mobil listrik. “Kita akan masuk sebagai layanan Ride Hailing, artinya untuk pemanggilannya karena butuh produktivitas ide itu supaya pemanfaatan mobilnya sendiri optimal,” kata dia.

    Penggunaan mobil listrik, kata Rizky, membuat ongkos pengoperasian menjadi lebih murah. "Keunggulan kendaraan listrik adalah biaya pengisiannya yang jauh lebih murah dibandingkan kendaraan bermotor berbasis combutsion engine. Untuk saat ini itu keunggulannya. Walaupun kita masih memikirkan untuk harga ownershipnya karena masih relatif tinggi untuk kendaraan bermotor listriknya,” kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.