Soal Impor Ayam Brasil, Kemendag Sebut Belum Ada Permintaan

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja memberikan pakan ayam di peternakan ayam pedaging di Desa Bantarjaya Kecamatan Rancabungur Kabupaten Bogor, Jawa Barat, 25 Maret 2012. Dok.TEMPO/Dasril Roszandi

    Pekerja memberikan pakan ayam di peternakan ayam pedaging di Desa Bantarjaya Kecamatan Rancabungur Kabupaten Bogor, Jawa Barat, 25 Maret 2012. Dok.TEMPO/Dasril Roszandi

    Tempo.Co, Jakarta - Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Indrasari Wisnu Wardhana mengatakan hingga saat ini pemerintah belum mengeluarkan izin impor ayam asal Brasil. "Belum ada permintaan," ujar dia di kantornya, Senin, 16 September 2019.

    Indrasari mengatakan sejatinya tidak ada batasan kuota untuk impor daging ayam asal Brasil. Banyaknya izin yang diberikan akan didasari oleh rekomendasi yang diterbitkan.

    Ia pun mengatakan biasanya besaran impor itu akan menyesuaikan mekanisme pasar, yaitu suplai dan permintaan. Sehingga ia menyimpulkan hingga kini permintaan atas ayam Brasil memang belum ada.

    Belakangan, setelah pemerintah Brasil memenangi gugatan terkait kebijakan Indonesia tentang impor ayam di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), peternak bakal menghadapi persaingan sengit dengan ayam Brasil. Meskipun kalangan peternak mandiri ayam ras dalam negeri telah menolak ayam impor Brasil, hal tersebut dinilai tak bisa dihindari lagi.

    Karena itu, Dewan Pembina Perhimpunan Peternak Unggas Nusantara (PPUN) Sigit Prabowo menilai perlu ada kerja sama antara industri dan peternak mandiri untuk membangun gerakan efisiensi nasional. Sebab, industri unggas di Brasil sudah sangat efisien sehingga harga ayamnya bisa lebih murah dibandingkan produk lokal. 

    Sementara itu, di Indonesia harga jagung yang merupakan bahan utama pakan ayam masih mahal. Harga pakan yang mahal inilah yang membuat  produksi ayam ras dalam negeri tak bisa seefisien ayam impor. Hal ini diikuti pula dengan harga bibit ayam alias day old chick yang juga mahal.

    Sementara, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan pemerintah Indonesia telah memutuskan untuk membuka keran impor ayam. Dia mengatakan meski dibuka, bukan berarti ayam impor bisa masuk dengan mudah ke Indonesia.

    Sebab, kata Enggar, perkara impor harus dilihat pula adanya minat perusahaan atau importir yang mau melakukan impor ayam tersebut. "Yang penting kita buka, kalau ada pengusaha yang mau dan kalau ada yang berani mengajukan, ya silakan," kata Enggar usai mengikuti rapat di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Rabu 7 Agustus 2019.

    Pemerintah Indonesia akhirnya membuka keran impor ayam usai kekalahan saat menjalani dispute settlement (penyelesaian sengketa) melawan Brasil terkait importasi ayam di World Trade Organization atau WTO. Keran impor ini dibuka sejalan dengan rekomendasi dari WTO terhadap kebijakan Pemerintah Indonesia.

    CAESAR AKBAR | DIAS PRASONGKO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.