RI Impor Barang Nonmigas dari 13 Negara, Terbesar dari Cina

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas memindahkan puluhan ribu kilogram bawang putih dalam operasi pasar di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, 31 Mei 2017. Sebanyak 29.500 kg bawang putih yang di import dari Cina akan dijual di jual dalam operasi pasar. TEMPO/Rizki Putra

    Petugas memindahkan puluhan ribu kilogram bawang putih dalam operasi pasar di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, 31 Mei 2017. Sebanyak 29.500 kg bawang putih yang di import dari Cina akan dijual di jual dalam operasi pasar. TEMPO/Rizki Putra

    Tempo.Co, Jakarta - Badan Pusat Statistik mencatat Indonesia telah melakukan impor barang nonmigas dari 13 negara utama sepanjang Januari hingga Agustus 2019. Impor barang terbesar berasal dari Cina yang mencapai 29,17 persen.

    "Peran terhadap total impor nonmigas Cina mencapai US$ 28,473,1 miliar," ujar Kepala BPS Suhariyanto di kantornya, Pasar Baru, Jakarta Pusat, Senin, 16 September 2019.

    Secara year to year, impor Indonesia terhadap Cina mengalami kontraksi atau menurun 1,08 persen. Sedangkan bila dihitung month to month pada Agustus 2019, impor Indonesia terhadap Cina melorot 8,75 persen ketimbang bulan sebelumnya.

    Negara pemasok terbesar setelah Cina adalah Jepang dan Thailand. Nilai impor masing-masing mencapai US$ 10,4 miliar dan US$ 6,27 miliar.

    Adapun dari sisi peranan terhadap total impor nonmigas Januari hingga Agustus, sumbangan tertinggi diberikan oleh kelompok negara ASEAN. Impor barang oleh pemerintah Indonesia dari negara-negara ASEAN mencapai 19,54 persen.

    Di sisi lain, Suhariyanto menerangkan, impor Indonesia selama Agustus 2019 sebesar US$ 14,20 miliar atau menurun 8,53 persen dari bulan sebelumnya. Impor nonmigas melorot 8,76 persen secara month to month, sedangkan impor migas menurun 6,73 persen.

    Penurunan impor nonmigas paling besar terjadi untuk golongan barang mesin/pesawat mekanik yang mencapai 9,88 persen atau US$ 259,8 juta. Sedangkan kelompok paling meningkat ialah impor benda dari golongan besi dan baja yang mencapai 14,77 persen.

    Turunnya impor, menurut Suhariyanto, terpengaruh oleh eskalasi perang dagang Cina-Amerika Serikat yang berdampak pada lesunya perdagangan global. Negara-negara pemasok barang untuk Cina dan Amerika Serikat turut mencatatkan perlambatan ekonomi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.