Susi Larang Nelayan Danau Toba Gunakan Setrum dan Racun Ikan

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti bersama relawan membersihkan sampah yang ada di kawasan Pantai Timur, Kelurahan Ancol, Jakarta, Ahad, 18 Agustus 2019. Acara merupakan bagian dari kampanye Gerakan Menghadap Laut.TEMPO/Muhammad Hidayat

    Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti bersama relawan membersihkan sampah yang ada di kawasan Pantai Timur, Kelurahan Ancol, Jakarta, Ahad, 18 Agustus 2019. Acara merupakan bagian dari kampanye Gerakan Menghadap Laut.TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti meminta kepada nelayan Danau Toba agar tidak menggunakan alat tangkap yang merusak ekosistem perikanan, seperti setrum dan racun ikan. Ia menegaskan, akan menindak secara tegas nelayan Danau Toba yang melakukan kegiatan penangkapan ikan tidak ramah lingkungan dan merusak.

    "Saya minta aparat penegak hukum setempat beri tindakan kepada nelayan yang menangkap ikan menggunakan setrum atau racun ikan. Hal ini berbahaya karena dapat membunuh anakan dan indukan ikan. Merusak ekosistem perairan seperti itu harusnya ‘ditenggelamkan’," ucapnya melalui keterangan tertulis, Senin, 16 September 2019.

    Menurut Susi, mematikan ikan kecil sama halnya merusak rantai perkembangan ikan yang seharusnya bisa bertelur. Lambat laun ikan akan punah.

    Pernyataan Susi disampaikan saat membuka gelaran Karnaval Pesona Danau Toba keempat di Balige, Kabupaten Toba Samosir, Provinsi Sumatera Utara, Sabtu, 11 September 2019.

    “Bapak-bapak nelayan bisa gunakan alat penangkapan ikan ramah lingkungan seperti pancing atau jaring. Kementerian Kelautan dan Perikanan juga terbuka apabila ada usulan permohonan bantuan, silakan diajukan melalui dinas setempat,” kata Susi

    Dia percaya kesejahteraan nelayan dapat meningkat apabila kawasan Danau Toba dijaga dengan baik. Baik aktivitas perikanan maupun pengelolaan lingkungan bebas sampah plastik.

    “Tolong hal ini diperhatikan baik bagi masyarakat maupun pemerintah daerah. Dengan terjaganya kehidupan dan kebersihan di Danau Toba, dapat menjadi daya tarik bagi turis dalam dan luar negeri untuk berkunjung ke Danau Toba,” tambahnya.

    Sebelumnya, Menteri yang terkenal dengan jargon tenggelamkan mengingatkan agar berbagai pihak jangan sampai terus mengeksploitasi sumber daya alam kelautan dan perikanan sebagai upaya untuk mewujudkan visi misi Presiden Joko Widodo menjadikan laut sebagai masa depan bangsa.

    "Tugas kita untuk menjaga sumber daya alam agar tidak dieksploitasi dan dikelola sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat sesuai amanah konstitusi," ungkap dia

    Susi Pudjiastuti juga mengingatkan tentang visi-misi Presiden Jokowi yang ingin menjadikan laut sebagai masa depan bangsa. Jokowi juga ingin mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.