LinkAja Syariah Bakal Diluncurkan Sebelum Akhir 2019

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno saat berfoto dengan sejumlah direksi perusahaan BUMN dan peserta Grand Launching di Istora Senayan, Jakarta Selatan, Ahad, 30 Juni 2019. TEMPO/Dias Prasongko

    Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno saat berfoto dengan sejumlah direksi perusahaan BUMN dan peserta Grand Launching di Istora Senayan, Jakarta Selatan, Ahad, 30 Juni 2019. TEMPO/Dias Prasongko

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Fintek Karya Nusantara atau Finarya, perusahaan yang menaungi platform pembayaran digital LinkAja, bakal meluncurkan fitur terbarunya yaitu LinkAja Syariah. Group Head Sales Channel dan Sharia Unit LinkAja Widjayanto Djaenudin menargetkan peluncuran LinkAja Syariah dilakukan sebelum akhir tahun 2019.

    “Kami pionir, kami berharap LinkAja syariah ini bisa mengembangkan ekosistem ekonomi digital syariah di Indonesia,” kata Widjayanto dalam acara Islamic Digital Day 2019 di Graha CIMB Niaga, Jakarta Selatan, Senin, 16 September 2019.

    Saat ini, LinkAja syariah telah memperoleh sertifikasi kesesuaian syariah dari Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia atau DSN MUI. Namun demikian, berbagai aspek lainnya masih harus dirancang seperti pengenaan promo dan cashback, agar sesuai dengan prinsip-prinsip syariah.

    Menurut Widjayatno, LinkAja syariah tidak akan berbentuk aplikasi baru, namun hanya merupakan fitur tambahan di aplikasi LinkAja yang saat ini sudah tersedia. Sehingga, Finarya harus mengurus perizinan tambahan ke Bank Indonesia. “Kalau untuk uang elektroniknya, sudah ada lisensi dari BI,” kata Widjayanto.

    Setelah diluncurkan, fitur LinkAja syariah ini akan memiliki beberapa perbedaan dengan sistem pembayaran digital LinkAja konvensional. Salah satunya yaitu bank penampung dana nasabah yang wajib di bank syariah. Meski demikian, untuk keperluan isi ulang saldo atau top up, pelanggan masih bisa menggunakan rekening bank biasa.

    Afdhal berharap, sebanyak 1 juta pengguna bisa bermigrasi ke LinkAja syariah pada 2020 nanti. Menurut Widjayanto, target tersebut dipatok dari total 30 juta pengguna LinkAja saat ini, seiring dengan tingginya permintaan masyarakat atas layanan keuangan syariah.

    Direktur Pengembangan Ekonomi Syariah dan Industri Halal, Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS), Afdhal Aliasar mengatakan, lembaganya akan terus mendorong agar pengembangan ekonomi syariah seperti yang dilakukan LinkAja syariah. Menurut dia, ekonomi syariah akan semakin kuat jika mulai masuk dalam proses digitalisasi seperti ini. “Utamanya adalah kolaborasi, kami akan ajak yang lain juga,” kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.