BPS: Kinerja Ekspor Melorot 7,6 Persen Selama Agustus 2019

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Suhariyanto saat jumpa wartawan mengenai perkembangan ekspor dan impor di Gedung BPS Pusat, Jakarta Pusat, Senin 16 Oktober 2017. TEMPO/M. Julnis Firmansyah

    Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Suhariyanto saat jumpa wartawan mengenai perkembangan ekspor dan impor di Gedung BPS Pusat, Jakarta Pusat, Senin 16 Oktober 2017. TEMPO/M. Julnis Firmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Pusat Statistik mencatat ekspor Indonesia pada Agustus 2019 sebesar US$ 14,28 miliar atau turun 7,6 persen dibandingkan bulan sebelumnya atau month to month. Kepala BPS Suhariyanto menuturkan ekspor migas hanya mencapai US$ 0,88 miliar, sedangkan non-migas US$ 13,4 miliar. 
     
    “Ini terjadi karena ada penurunan ekspor migas sebesar 7,6 persen dan non-migas sebesar 3,2 persen,” kata Suhariyanto di kantornya, Pasar Baru, Jakarta Pusat, Senin, 16 September 2019. 
     
    Adapun secara year on year, ekspor migas menurun 9,99 persen dari US$ 1,43 miliar menjadi US$ 0,88 miliar. Dengan begitu, secara kumulatif, nilai ekspor migas Indonesia sepanjang pada Januari hingga Agustus melorot 8,28 persen ketimbang periode yang sama tahun lalu. Sedangkan ekspor non-migas menurun 6,66 persen pada periode tersebut. 
     
    Suhariyanto mengatakan perdagangan migas pada bulan lalu terpengaruh oleh fluktuasi harga minyak dunia. Pada Agustus, harga minyak global turun menjadi US$ 57 per barel dari US$ 61,62 per barel pada Juli lalu. 
     
    Sementara itu, dari sisi pertambangan terjadi penurunan yang signifikan untuk beberapa barang, seperti karet dan batu bara. Penurunan ini berdampak tajam terhadap kinerja ekspor. 
     
    Penurunan ekspor terbesar untuk sektor non-migas pada Agustus lalu terjadi pada bahan bakar mineral yang hanya tercatat US$ 157,9 juta atau kontraksi 8,23 persen. Sedangkan peningkatan ekspor terbesar terjadi di sektor perhiasan atau permata yang mencapai US$ 168,8 juta atau 25,31 persen. 
     
    Menurut negara tujuannya, ekspor barang dari Indonesia pada Agustus 2019 terbesar tercatat dikirimkan ke Cina, Amerika Serikat, dan Jepang. Masing-masing mencapai US$ 2.270,6 juta, US$ 1,595,1 juta, dan US$ 1.178,4 juta. Bila dijumlahkan dalam bentuk persentase, ekspor Indonesia ke tiga negara itu mencapai 37,62 persen.  
     
    Adapun dari sisi volumenya, ekspor Indonesia pada Agustus 2019 menurun 7,25 persen ketimbang Juli 2019. Volume ekspor nonmigas turun 5,42 perse dan volume migas melorot 37,12 persen. Namun, secara year on year, volume ekspor bulan lalu meningkat 7,95 persen ketimbang periode yang sama di tahun sebelumnya. 
     
    FRANCISCA CHRISTY ROSANA

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.