Kredit Kendaraan Bermotor BRI Tumbuh 35 Persen

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pegawai Bank Riau-Kepri menyiapkan uang kertas baru saat membuka layanan penukaran uang oleh Bank Indonesia (BI), BRI dan Bank Riau-Kepri di Kota Pekanbaru, Riau, Senin 13 Mei 2019. BI menggandeng bank umum untuk membuka layanan penukaran uang untuk keperluan Idul Fitri 1440 Hijriah, yang mengambil lokasi di pasar tradisional dan pusat perkantoran. ANTARA FOTO/FB Anggoro

    Pegawai Bank Riau-Kepri menyiapkan uang kertas baru saat membuka layanan penukaran uang oleh Bank Indonesia (BI), BRI dan Bank Riau-Kepri di Kota Pekanbaru, Riau, Senin 13 Mei 2019. BI menggandeng bank umum untuk membuka layanan penukaran uang untuk keperluan Idul Fitri 1440 Hijriah, yang mengambil lokasi di pasar tradisional dan pusat perkantoran. ANTARA FOTO/FB Anggoro

    TEMPO.CO, Jakarta - Pertumbuhan kredit konsumer untuk pembelian kendaraan bermotor yang disalurkan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. hingga semester II/2019 melampaui target. Bahkan, realisasi jauh di atas rata-rata industri perbankan.

    Menurut Direktur Konsumer BRI Handayani, secara year-on-year (yoy) kredit konsumer untuk pembelian kendaraan bermotor tumbuh 35 persen. Pertumbuhan ini melampaui target yang dipatok perseroan sejak awal tahun.

    “(Pertumbuhan kredit kendaraan bermotor) masih sesuai bahkan di atas target. Pertumbuhannya yoy bertumbuh 35 persen sampai dengan Agustus,” ujar Handayani kepada Bisnis, Jumat, 13 September 2019.

    Kenaikan pembiayaan kendaraan bermotor diraih BRI di tengah tren melambatnya pertumbuhan kredit segmen ini. Berdasarkan Statistik Perbankan Indonesia yang dirilis Otoritas Jasa Keuangan (OJK), kredit kendaraan bermotor yang disalurkan bank hingga akhir Juni 2019 tumbuh 5,14 persen secara yoy.

    Jumlah kredit kendaraan bermotor hingga akhir semester I/2019 mencapai Rp 142,12 triliun. Meski tumbuh, namun kenaikan jumlah kredit kendaraan bermotor di paruh pertama tahun ini tak sekencang laju tahun lalu.

    Sebagai perbandingan, pada paruh pertama 2018 pembiayaan kendaraan bermotor yang disalurkan bank tumbuh 10,12 persen dari Rp122,73 triliun menjadi Rp 135,16 triliun.

    Menurut Handayani, dalam menyalurkan kredit kendaraan bermotor perseroan fokus menyasar nasabah eksisting dibanding mencari debitur baru. Namun, upaya itu cukup membuat pertumbuhan kredit kendaraan bermotor BRI berada di kisaran dua digit secara yoy.

    “BRI khusus menyasar existing customers, khususnya peminat family car users, bekerja sama dengan dealers partner yang sudah menjadi mitra BRI,” ujarnya.

    Pertumbuhan kredit kendaraan bermotor BRI tercatat paling tinggi dibanding pembiayaan sektor lain pada segmen konsumer. Berdasarkan laporan keuangan perseroan, pertumbuhan kredit kendaraan bermotor hingga akhir Juni 201 mengalahkan kenaikan pembiayaan pemilikan rumah (KPR) yang mencapai 23,7 persen, pembiayaan berbasis pendapatan sebesar 3,6 persen, dan kredit berbasis kartu sebesar 31 persen secara yoy.

    Total kredit konsumer yang sudah disalurkan BRI di paruh pertama 2019 mencapai Rp 135,1 triliun atau tumbuh 8,7 persen secara yoy. Sementara rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) dari segmen ini bertahan di angka 1,3 persen sejak tahun lalu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.