Kilang Milik Saudi Aramco Terbakar, Produksi Minyak Terpengaruh?

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gambar yang diambil dari video di media sosial, yang menunjukkan kebakaran di pabrik minyak Aramco di Abqaiq, Arab Saudi.[REUTERS/Arabnews]

    Gambar yang diambil dari video di media sosial, yang menunjukkan kebakaran di pabrik minyak Aramco di Abqaiq, Arab Saudi.[REUTERS/Arabnews]

    TEMPO.CO, Jakarta - Kebakaran akibat serangan drone terhadap pabrik minyak milik Saudi Aramco diprediksi bakal mempengaruhi produksi dan ekspor emas hitam tersebut. Hal ini disampaikan oleh tiga sumber yang tak disebutkan namanya menanggapi serangan drone dari kelompok gerilyawan Houthi kepada dua pabrik minyak tersebu.

    Salah satu sumber menyebutkan produksi minyak sebesar 5 juta barel per hari, nyaris separuh dari output minyak Arab Saudi, telah terpengaruh. Saudi Aramco merupakan perusahaan minyak yang sahamnya dimiliki oleh Pemerintah Arab Saudi. 

    Stasiun televisi nasional Arab Saudi telah melaporkan bahwa ekspor minyak tetap berlanjut. Meski demikian, pihak Aramco masih belum memberikan pernyataan atas peristiwa ini dan pihak otoritas pun belum kunjung menjelaskan apakah ada dampak terhadap produksi serta ekspor.

    Di sisi lain, belum ada laporan apakah ada korban jiwa. Saksi Reuters menyebutkan setidaknya ada 15 ambulans dan penjagaan yang ketat di sekitar pabrik di Abqaiq. 
    Serangan drone tersebut terjadi di dua pabrik Aramco, yakni di Abqaiq dan Khurais.

    Abqaiq berjarak 60 km dari kantor pusat Aramco di Dhahran. Kilang minyak itu mengolah minyak mentah dari lapangan minyak raksasa Ghawar dan menyalurkannya untuk pasar ekspor melalui terminal Ras Tanura--fasilitas pemuatan minyak lepas pantai terbesar dunia--dan Juaymah. Sementara itu, Khurasi berlokasi 190 km dari Dhahran, dan memiliki lapangan minyak terbesar kedua di Arab Saudi.

    Serangan ini terjadi di tengah rencana Aramco untuk melepas sahamnya ke publik. Kabar terakhir menyatakan bahwa perusahaan yang sahamnya dimiliki oleh Pemerintah Arab Saudi itu telah menyewa jasa sembilan bank global untuk membantu proses Initial Public Offering (IPO) dan sudah bertemu para bankir di Dubai pada pekan ini, untuk mempercepat listing.

    Juru bicara kelompok gerilyawan Houthi menyatakan bahwa kedua serangan itu mengenai kilang minyak di Provinsi Abqaiq dan Provinsi Khurais, yang masing-masing berjarak lebih dari 1.000 kilometer (km) dari Sanaa, ibu kota Yaman. Kelompok Houthi juga menyatakan bakal melanjutkan serangan ke Arab Saudi.

    Riyadh memimpin koalisi militer Muslim Sunni terhadap serangan ke Yaman melawan kelompok Houthi pada 2015. Arab Saudi juga menuding Iran mempersenjatai kelompok Houthi, yang kemudian dibantah oleh Teheran.

    Perang Yaman dipandang sebagai perang proxy antara Arab Saudi dan Iran. Hingga kini, perang tersebut telah memakan puluhan ribu korban jiwa dan menimbulkan ancaman kelaparan di negara itu.

    Sebelumnya dilaporkan harga minyak naik tipis pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB). Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman November turun US$ 0,16 menjadi ditutup pada US$ 60,22 per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober turun US$ 0,24 menjadi US$ 54,85 per barel. 

    BISNIS | ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.