Saham BUMN Malaysia di Tol Cikopo Ditawar Astra USD 500 Juta

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto udara rest area KM 164 Tol Cikopo-Palimanan di Majalengka, Jawa Barat, Minggu, 19 Mei 2019. Direktur Utama PT Jasa Marga Desi Arryani mengatakan rest area yang berada di sisi kanan dan kiri jalan tol bisa digunakan pengendara saat pemberlakuan sistem satu arah dari KM 29 Cikarang hingga KM 263 Brebes pada arus mudik lebaran 2019. ANTARA

    Foto udara rest area KM 164 Tol Cikopo-Palimanan di Majalengka, Jawa Barat, Minggu, 19 Mei 2019. Direktur Utama PT Jasa Marga Desi Arryani mengatakan rest area yang berada di sisi kanan dan kiri jalan tol bisa digunakan pengendara saat pemberlakuan sistem satu arah dari KM 29 Cikarang hingga KM 263 Brebes pada arus mudik lebaran 2019. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Astra Infra yang bermitra dengan Canada Pension Plant Investment Board (CPPIB) dilaporkan telah mengajukan penawaran untuk membeli saham BUMN Malaysia Khazanah Nasional Bhd. di perusahaan pemilik konsesi jalan tol Cikopo- Palimanan. Saham Khazanah di PT Lintas Marga Sedaya itu sudah ditawar Astra sebesar US$ 500 juta atau sekitar Rp 7 triliun.

    Bloomberg melaporkan, setelah Astra Infra mengajukan penawaran, pihak Khazanah dijadwalkan menggelar pertemuan untuk membahas apakah akan menyetujui atau menolak penawaran itu. Saat ini, Khazanah menguasai 55 persen saham Lintas Marga Sedaya (LMS), melalui anak usahanya yaitu UEM Group Bhd. Sementara itu, Astra Infra, anak usaha PT Astra International Tbk. menggenggam 45 persen sisa saham LMS. 

    Namun, seperti dikutip Bisnis.com, Sabtu 14 September 2019, baik Khazanah, LMS, Astra Infra, UEM Group, maupun CPPIB masih menolak berkomentar.

    Berdasarkan catatan Bisnis, pada Juli 2019, Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengungkapkan sedang berkoordinasi dengan Lembaga Lebuhraya Malaysia (Malaysian Highway Authority). Koordinasi ini terkait komitmen investasi perusahaan jalan tol Negeri Jiran di Indonesia, menyusul kabar kemungkinan Pemerintah Malaysia menarik investasi di luar negeri, termasuk di Indonesia.

    Selain UEM Group yang memiliki saham di LMS, perusahaan Malaysia lainnya yang berinvestasi di jalan tol Indonesia adalah CMS Works International Limited. Perusahaan tersebut berpartisipasi di PT Jasamarga Cengkareng Kunciran dengan porsi saham sebesar 21 persen.

    Sebelum Astra mengajukan penawaran, ihwal rencana divestasi aset BUMN Malaysia di luar negeri sudah tersiar sejak awal Maret 2019. Sebagaimana dilansir dari Reuters, perusahaan induk investasi Pemerintah Malaysia, Khazanah Nasional mengumumkan pembagian aset sebanyak US$33 miliar menjadi aset komersial dan aset strategis. Sebanyak 70 persen aset komersial bisa dilepas baik dalam jumlah penuh maupun sebagian.

    BISNIS
     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.