Bencana Kabut Asap, 54 Penerbangan Lion Air Group Terganggu

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga menggunakan masker saat beraktivitas di Padang yang diselimuti kabut asap, Sumatera Barat, Jumat, 13 Sepetember 2019. Stasiun Global Atmosphere Watch (GAW) Bukit Kototabang mencatat, terjadi peningkatan titik panas di Sumatera sepekan terakhir, kemudian angin bergerak dari timur mengarah ke Sumatera Barat, sehingga menyebabkan menurunnya kualitas udara akibat kabut asap kiriman di Kota Padang dan sekitarnya. ANTARA

    Warga menggunakan masker saat beraktivitas di Padang yang diselimuti kabut asap, Sumatera Barat, Jumat, 13 Sepetember 2019. Stasiun Global Atmosphere Watch (GAW) Bukit Kototabang mencatat, terjadi peningkatan titik panas di Sumatera sepekan terakhir, kemudian angin bergerak dari timur mengarah ke Sumatera Barat, sehingga menyebabkan menurunnya kualitas udara akibat kabut asap kiriman di Kota Padang dan sekitarnya. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Bencana kabut asap di Kalimantan dan Sumatera pada Jumat kemarin telah membuat kelompok maskapai Lion Air Group mengalami banyak gangguan penerbangan. Lion Air, Wings Air, dan Batik Air, anggota melaporkan ada 54 gangguan penerbangan meliputi 33 keterlambatan, 1 penundaan, dan 20 pembatalan penerbangan akibat bencana asap.

    Dalam keterangan resmi yang dirilis hari ini, Corporate Communications Strategic of Lion Air Group Danang Mandala Prihantoro mengatakan, seluruh operasional dijalankan berdasarkan Standar Operasional Prosedur (SOP). Dalam memastikan keselamatan dan keamanan, Lion Air Group memutuskan untuk membatalkan penerbangan (cancel), menunda keberangkatan (postpone), dan keterlambatan (delay) di beberapa kota atau daerah yang dilayani domestik.

    "Keputusan diambil karena cuaca buruk berupa smoke (kabut asap) yang menyebabkan jarak pandang pendek (visibility below minimum), yang tidak memenuhi kualifikasi keselamatan penerbangan. Hal ini mengakibatkan terganggunya rotasi pesawat untuk sektor atau rute penerbangan berikutnya," kata Danang.

    Lion Air Group sudah menginformasikan hal ini kepada seluruh penumpang atau tamu yang terganggu perjalanannya dan terus berkoordinasi bersama pihak terkait guna memperoleh perkembangan atau keterangan sesuai situasi terbaru.. Maskapai tersebut juga memfasilitasi penumpang yang akan melakukan proses pengembalian dana (refund) maupun perubahan jadwal keberangkatan (reschedule) sesuai dengan ketentuan dan aturan yang berlaku.

    Danang menjelakan, operasional Lion Air Group akan berjalan normal kembali setelah jarak pandang dinyatakan aman untuk penerbangan (safe for flight). Lion Air Group menyatakan akan meminimalisir dampak yang timbul agar operasional lainnya tidak terganggu.

    Maskapai Lion Air Group yang paling banyak terdampak kabut asap ini adalah WIngs Air, yaitu sebanyak 38 penerbangan. Adapun Lion Air mengalami gangguan pada 14 penerbangan. Sisanya dua penerbangan dari Batik Air. 

    Sebelumnya, General Manager Bandara Syamsudin Noor Indah Preastuty mengatakan, kabut asap membuat jarak pandang di Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, hanya tinggal 50 meter. Akibatnya, sejumlah penerbangan dari dan menuju Banjarmasin pun terganggu karena jarak pandang terbatas dan tidak memadai. "Hari ini agak banyak yang kena penundaan keberangkatan karena tadi sempat 50 meter jarak pandangnya," katanya di Banjarmasin Sabtu 14 September 2019. 

     
    BISNIS | ANTARA

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.