Menperin Dorong Perguruan Tinggi Berbasis Vokasi Menjadi PTN

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menghadiri peresmian pabrik perakitan mobil Esemka di Boyolali, Jawa Tengah, 6 September 2019. TEMPO/Wawan Priyanto

    Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menghadiri peresmian pabrik perakitan mobil Esemka di Boyolali, Jawa Tengah, 6 September 2019. TEMPO/Wawan Priyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyatakan perguruan yang berbasis vokasi seperti institut harus bisa menyesuaikan perkembangan teknologi digital yang sangat cepat. Hal tersebut dilakukan untuk menciptakan SDM yang melek teknologi terkini.

    Dia mendorong kampus-kampus yang potensial mencetak SDM industri kompeten agar bisa ditingkatkan menjadi Perguruan Tinggi Negeri (PTN). “Saya menugaskan kepada Kepala BPSDMI (Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri) Kemenperin agar melakukan kajian-kajian secara hukum dan kebutuhan, bagaimana bisa mengonversi kampus yang sangat potensial seperti ITI Serpong ini menjadi PTN,” ujar dia saat memberikan kuliah umum di Institut Teknologi Indonesia (ITI), Tangerang, Banten, Jumat, 13 September 2019.

    Guna menindaklanjuti kajian terhadap peningkatan kampus potensial tersebut, dia akan berkoordinasi dengan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti). “Apabila nanti kajian secara teknis sudah selesai, kami akan langsung menggelar rapat, sehingga ketika rapat tersebut dilaksanakan mampu menghasilkan solusi untuk mendorong keterkaitan antara dunia pendidikan dan industri,” katanya.

    Airlangga menilai, ITI Serpong memiliki kesiapan yang memadai untuk dijadikan PTN. Selain lokasinya yang berada di kawasan industri yang merupakan hub digital economy, kampus tersebut sudah memiliki fasilitas yang baik dan memadai, sekaligus memiliki sejarah yang sangat panjang, karena didirikan oleh Presiden ke-3 RI, Bacharudin Jusuf Habibie.

    “Jadi sejarah ini harus kita teruskan. Kemudian kita transformasikan menjadi institut negeri di Banten, apalagi Banten sudah didorong menjadi klaster silicon valley-nya Indonesia,” katanya.

    Airlangga mengungkapkan, sebagai pendiri kampus, almarhum BJ Habibie pernah menyampaikan bahwa ITI Serpong harus menjadi salah satu center of excellence atau pusat keunggulan dalam bidang teknologi di Tanah Air, karena itu Menperin berinisiatif mendorong kampus tersebut mampu berkontribusi lebih besar bagi dunia industri serta pendidikan Indonesia.

    “Salah satu amanat almarhum Pak Habibie adalah menjadikan ITI sebagai PTN. Sebelum beliau meninggal, saya berdiskusi dengan Bapak Presiden Jokowi, bahwa Banten memerlukan sebuah institut, apalagi di era industri 4.0, maka institut yang tepat dan lokasinya sangat tepat namanya Institut Teknologi Indonesia,” katanya.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.