Kemenperin Akselerasi Pembangunan Kawasan Industri Takalar

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kawasan industri. Dok.TEMPO/Sakti S. Karuru

    Ilustrasi kawasan industri. Dok.TEMPO/Sakti S. Karuru

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengakselerasi pembangunan kawasan industri di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, guna memacu hilirisasi bahan baku yang ada di daerah itu.

    'Takalar memiliki kekayaan sumber daya alam. Oleh karena itu, anugerah tersebut harus dimanfaatkan dengan sebaik mungkin," kata Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kemenperin Doddy Rahadi melalui keterangan pers di Jakarta, Sabtu, 14 September 2019.

    Awal pekan ini, Dirjen KPAII didampingi Direktur Perwilayahan Industri Kemenperin Ignatius Warsito, telah meninjau langsung rencana lokasi pembangunan Kawasan Industri Takalar, yang berada di Desa Laikang dan Desa Punaga, Kecamatan Mangngarabombang. Pembangunan ini merupakan kerja sama dari investor Cina dan Malaysia.

    "Jadi, calon investornya sudah ada, pengembangnya juga ada, serta pemerintahnya mendukung dan kepala daerahnya juga, kami optimis potensi ini bisa jadi nyata," kata Doddy.

    Ia berharap pemerintah provinsi dan kabupaten bersinergi sehingga tujuan pembangunan Kawasan Industri Takalar dapat terealisasi.

    "Kami pun ingin Kabupaten Takalar selangkah lebih maju dari daerah lain," kata Doddy.

    Berdasarkan data PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN), pembangunan kawasan industri logam tersebut membutuhkan lahan seluas 1.000 hektare. Untuk pembangunannya, akan dilakukan secara bertahap. Saat ini, Pemerintah Kabupaten Takalar sudah menyediakan lahan seluas 750 hektare.

    Kawasan industri tersebut diperkirakan menyerap tenaga kerja sebanyak 15 ribu orang. Selain itu, di kawasan terpadu ini bakal fokus pada industri pengolahan aluminium dan tembaga.

    Kabupaten Takalar dinilai potensial untuk menjadi kawasan industri logam dengan adanya sejumlah aspek yang dipenuhi, antara lain wilayah strategis dengan jarak tempuh dari Pelabuhan Makassar sekitar 25 kilometer.

    Selain itu, Takalar memiliki wilayah geografis dengan kawasan pantai dan waterfront yang bisa dimanfaatkan menjadi lahan pembangunan pelabuhan khusus. Takalar juga memiliki ketersediaan air yang melimpah.

    Bupati Takalar H. Syamsari optimistis dengan adanya pembangunan kawasan industri di wilayahnya. Sebab, menurutnya, Kabupaten Takalar akan menjadi peluang penunjang industri ibukota baru nantinya.

    "Perjalanan kami membangun ini sudah berlangsung dari tahun lalu dengan membangun kerja sama dengan PT KBN. Kami yakin, melalui kawasan industri ini, nantinya Sulawesi Selatan termasuk Makassar, Kabupaten Takalar dan Bantaeng akan menjadi penyokong sektor industri di ibu kota baru karena berhadapan langsung," katanya.

    Bahkan, kawasan industri tersebut dinilai bakal banyak dilirik investor Cina karena jalur transportasi laut yang langsung, tidak perlu lagi ke Selat Malaka. "Kabupaten Takalar dijadikan sebagai kawasan industri itu berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Sulawesi Selatan," kata Syamsari.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.