Kementerian ESDM Bantu 6 Sumur Bor di Cianjur

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kelompok tani Panenga Desa Jabiren, Pulang Pisau, Kalimantan Tengah menunjukkan sumur bor buatan untuk melindungi dari kebakaran hutan.  TEMPO/Nurdiansah

    Kelompok tani Panenga Desa Jabiren, Pulang Pisau, Kalimantan Tengah menunjukkan sumur bor buatan untuk melindungi dari kebakaran hutan. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Cianjur - Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) memberikan bantuan enam sumur bor ke sejumlah wilayah yang terkena dampak kekeringan akibat kemarau di Cianjur, Jawa Barat.

    Anggota komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Dinas ESDM propinsi Jabar, Ir Suryono pada wartawan, Jumat, 13 September 2019, mengatakan sejumlah wilayah di Cianjur mengalami kekeringan akibat kemarau dan kesulitan air bersih.

    "Saat ini empat sumur bor bantuan yang sudah terselesaikan dan dua sumur lainnya dalam pengerjaan, semoga dapat terselesaikan dengan cepat," katanya.

    Tahun ini Kementerian ESDM menargetkan membantu 650 sumur bor yang tersebar di 35 provinsi di Indonesia, untuk Cianjur ditargetkan enam sumur bor dan sudah terselesaikan empat sumur hingga saat ini.

    Bantuan sumur bor yang sudah terselesaikan itu di Desa Bunijaya-Kecamatan Pagelaran, Desa Girimukya-Kecamatan Cibeber, Desa Murnisari-Kecamatan Mande, Desa Salajambe-Kecamatan Sukaluyu. Sedangkan yang dalam pengerjaan di Desa Pasirparahu-Kecamatan Sukaluyu dan Desa Susukan-Kecamatan Cibeber.

    "Berkat dorongan dari anggota DPR RI Komisi VII dan sejumlah pihaknya lainnya, Kementerian ESDM yang mempunyai tugas untuk menyediakan sarana air bersih. Kami akan terus melakukan upaya lainnya dengan melakukan pemetaan data wilayah yang terdampak kekeringan," katanya.

    Program penyaluran air bersih melalui sumur bor tersebut, kata dia, dirasakan sangat efektif dan berhasil membantu mengatasi permasalahan kekurangan air bersih di sejumlah wilayah yang terkena dampak kekeringan akibat kemarau.

    Dia berharap masyarakat dapat memanfaatkan sumur tersebut dengan sebaiknya dan menjaganya karena sumur bor tersebut dibangun dengan anggaran yang besar berasal dari APBN.

    "Keberadaan sumur bor ini, menjadi solusi terbaik bagi warga yang tinggal di wilayah rawan kekeringan dan penting merawat keberadaan sumur tersebut," katanya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.