Lion Air dan Citilink Tak Bisa Mendarat di Pekanbaru Karena Asap

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengendara menembus kabut asap dampak dari kebakaran hutan dan lahan di Pekanbaru, Riau, Kamis 12 September 2019. Kota Pekanbaru menjadi salah satu wilayah di Provinsi Riau yang terpapar kabut asap karhutla di mana dalam tiga hari belakangan ini kabut asap semakin parah dirasakan masyarakat di kota itu. ANTARA FOTO/Rony Muharrman

    Pengendara menembus kabut asap dampak dari kebakaran hutan dan lahan di Pekanbaru, Riau, Kamis 12 September 2019. Kota Pekanbaru menjadi salah satu wilayah di Provinsi Riau yang terpapar kabut asap karhutla di mana dalam tiga hari belakangan ini kabut asap semakin parah dirasakan masyarakat di kota itu. ANTARA FOTO/Rony Muharrman

    TEMPO.CO, Jakarta - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan mulai mengganggu jadwal penerbangan di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru.

    Executive General Manager Bandara Pekanbaru Yogi Prasetyo mengatakan ada beberapa penerbangan tertunda akibat terbatasnya jarak pandang di daerah tersebut.

    "Dapat kami sampaikan bahwa untuk pagi ini, ada beberapa penerbangan yang tertunda namun mulai jam 09.00 WIB semuanya sudah landing di SSK II karena jarak pandang sudah aman," katanya Jumat, 13 September 2019.

    Salah satu pesawat yang tertunda mendarat yaitu pesawat Batik Air ID6856, jadwal terbang dari Jakarta pukul 05.50 WIB dan mendarat pukul 07.35 WIB. Pesawat harus menunda pendaratan akibat jarak pandang terbatas dan akhirnya berhasil mendarat pukul 09.08 WIB di Pekanbaru.

    Sementara itu pesawat Citilink QG936 dari Jakarta terbang pukul 05.43 WIB dijadwalkan mendarat pukul 07.15 di Pekanbaru, tapi akhirnya terpaksa dialihkan ke Batam.

    Dari laman Flightradar24.com juga terlihat penerbangan Lion Air JT237 dari Batam dengan jadwal berangkat pukul 10.00 WIB dan mendarat pukul 10.50 WIB di Pekanbaru sudah dibatalkan, sehingga jadwal penerbangan balik ke Batam juga ikut batal.

    Yogi menjelaskan jarak pandang di Pekanbaru saat ini bersifat fluktuatif akibat kabut asap, sehingga pesawat pada beberapa penerbangan masih bisa take off dan landing.

    Namun sesuai prosedur, beberapa penerbangan dapat ditunda sampai jarak pandang aman. "Faktor keamanan dan keselamatan dalam maskapai penerbangan menjadi yang utama," kata Yogi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.