Tiga Direksi Diganti, Sriwijaya Air-Citilink Lanjutkan Kerja Sama

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesawat Sriwijaya Air. Dok. TEMPO/Kink Kusuma Rein

    Pesawat Sriwijaya Air. Dok. TEMPO/Kink Kusuma Rein

    TEMPO.CO, JakartaSriwijaya Air Group dan Citilink Indonesia menyatakan ingin melanjutkan kerja sama operasional seperti sediakala. Dalam kerja sama manajemen lanjutan ini, tidak ada perubahan yang dilakukan kecuali mengganti tiga direksi. 

    "KSM kalau dari pihak pemegang saham [Sriwijaya Air] tetap berjalan, hanya sulit berkomunikasi untuk sementara pemegang saham mengambil sikap," kata Chandra Lie, Wakil Komisaris Utama Sriwijaya Air,  seperti dikutip Bisnis.com, Kamis 12 September 2019.

    Direktur Utama Citilink Indonesia Juliandra Nurtjahjo menilai kerja sama dengan maskapai milik keluarga Chandra Lie ini mampu memberikan manfaat positif bagi kedua perusahaan. "Kami berharap KSM ini tetap berjalan," kata Juliandra kepada Bisnis.com.

    VP Corporate Secretary & CSR Citilink Indonesia Resty Kusandarina menambahkan hingga saat ini perjanjian KSM masih berjalan dan dilaksanakan. Hal tersebut juga tidak mempengaruhi layanan operasional maskapai kepada pengguna. "Operasional masih normal dan lancar," ujar Resty usai peluncuran aplikasi Tauberes di Kantor Garuda Indonesia Kebon Sirih.

    Dia tidak bisa berkomentar lebih jauh soal hasil rapat antara kedua maskapai dengan perwakilan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk., PT Garuda Maintenance Facility (GMF) Aero Asia Tbk., dan PT Pertamina (Persero), Rabu. Agenda rapat tersebut sebenarnya merupakan respons Citilink atas Risalah Rapat Dewan Komisaris dan Direksi Sriwijaya No. 004/MOM-KOM/SJ/IX/2019, pada 9 September 2019. Pemegang saham Sriwijaya diminta untuk memberikan klarifikasi.

    Dalam surat tersebut, ditegaskan Sriwijaya dan Citilink masih terikat dalam perjanjian KSM yang dilakukan untuk upaya penyelesaian utang maskapai milik keluarga Chandra Lie kepada BNI, GMF, dan Pertamina. Dalam Pasal 5 Ayat 1 Perjanjian KSM, menyatakan kewajiban Citilink untuk melakukan seleksi atas pengurus Sriwijaya dan anak usahanya.

    Citilink menilai sepatutnya pula Pemegang Saham Sriwijaya terlebih dahulu berkoordinasi dengan Citilink sebelum melakukan tindakan apapun terkait dengan manajemen. Pemegang saham dari pihak Sriwijaya Air melakukan pemberhentian sementara terhadap Direktur Utama Sriwijaya Air Joseph Adriaan Saul. Tidak hanya itu, manajemen juga memberhentikan Direktur SDM dan Pelayaan Sriwijaya Air Harkandri M Dahler dan Direktur Komersial Sriwijaya Air Joseph Tendean.

    Dewan komisaris Sriwijaya Air juga memutuskan untuk mengangkat Anthony Raimond Tampubolon selaku Pelaksana Tugas Direktur Utama, Pelaksana Direktur SDM dan Pelayanan, dan Pelaksana Tigas Direktur Komersial.

     
    BISNIS

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.