Sri Mulyani Mengenang Habibie: Bapak Bangsa yang Dicintai

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden BJ Habibie saat sidang umum Tahun 1999 di Gedng MPR/DPR. BJ Habibie menjadi Presiden RI menggantikan Soeharto yang mengundurkan diri dari jabatan presiden pada 21 Mei 1998. Dok.TEMPO/ROBIN ONG

    Presiden BJ Habibie saat sidang umum Tahun 1999 di Gedng MPR/DPR. BJ Habibie menjadi Presiden RI menggantikan Soeharto yang mengundurkan diri dari jabatan presiden pada 21 Mei 1998. Dok.TEMPO/ROBIN ONG

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati ikut berduka dengan meninggalnya Presiden ke-3 RI Bacharuddin Jusuf Habibie atau BJ Habibie. Ungkapan duka tersebut disampaikan oleh Sri Mulyani melalui akun Instagram miliknya, pada Kamis 12 September 2019.

    "Jasanya dalam pengembangan industri strategis seperti pesawat terbang, kereta api, kapal laut, dan peralatan militer menjadi fondasi bagi Indonesia untuk mengembangkan industri strategis ke depan," kata Sri Mulyani.

    Dalam unggahan tersebut, Sri Mulyani juga tampak mengunggah enam foto saat dirinya bersama BJ Habibie. Beberapa foto tersebut misalnya menggambarkan saat Sri Mulyani bersama suami berfoto dengan BJ Habibie, saat bersama dalam satu meja, menjenguk saat sakit dan saat menjadi salah satu narasumber dalam acara Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

    Dalam unggahan tersebut, Sri Mulyani tak hanya mengenang Habibie yang ikut berkontribusi di bidang industri tetapi juga politik. Mantan direktur pelaksana Bank Dunia ini menulis, Habibie memiliki jasa besar bagi Indonesia khususnya di awal reformasi dan transisi kritis menuju Demokrasi serta otonomi daerah.

    Habibie, kata Sri Mulyani, berhasil menjadi kepala negara ikut mengubah lanskap politik Indonesia secara fundamental. Sehingga membuat Indonesia kini menjadi negara yang terbuka, demokratis dan terdesentralisasi dengan mekanisme check and balances.

    "Beliau adalah bapak bangsa yang dicintai dan dibanggakan oleh generasi penerus karena prestasi dan dedikasinya yang memberikan inspirasi bagi banyak generasi selanjutnya," kata Sri Mulyani.

    Selain itu, BJ Habibie juga dikenal karena perhatiannya terhadap pengembangan sumber daya manusia yang unggul dan kompetitif. Hal ini dilakukan lewat pengiriman anak-anak bangsa untuk bersekolah di luar negeri belajar sains dan teknologi.

    Atas meninggalnya mantan Menteri Riset dan Teknologi di era Soeharto tersebut, Sri Mulyani menuturkan dirinya kehilangan sosok mentor yang luar biasa sekaligus seorang yang layak diteladani.

    "Selamat jalan Pak Habibie selamat berkumpul kembali dengan istri tercinta Ibu Ainun Habibie di tempat terindah di sisi Allah SWT," tulis Bendahara Negara ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.