BJ Habibie, Sosok yang Berjasa Besar pada Industri Manufaktur

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • BJ Habibie yang kala itu masih menjabat sebagai Menteri Riset dan Teknologi ditemui di kantornya di Jakarta pada 1986. Presiden ketiga RI itu tutup usia pada 11 September 2019 di usia 83 tahun. dok.TEMPO

    BJ Habibie yang kala itu masih menjabat sebagai Menteri Riset dan Teknologi ditemui di kantornya di Jakarta pada 1986. Presiden ketiga RI itu tutup usia pada 11 September 2019 di usia 83 tahun. dok.TEMPO

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Presiden Bacharudin Jusuf Habibie meninggal dunia pada pukul 18.05 WIB, Rabu 11 September 2019, di RSPAD Gatot Subroto Jakarta Pusat. Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto pun mengenang mendiang Habibie sebagai sosok yang sangat berjasa untuk mendongkrak nilai tambah industri manufaktur melalui konsep Habibienomics di Indonesia.

    “Beliau pendukung kebijakan hilirisasi atau nilai tambah manufaktur,” kata Menperin melalui pesan aplikasi di Jakarta, Rabu malam.

    Airlangga menyampaikan, pendekatan teknologi untuk kesejahteraan yang dicanangkan mantan Presiden Habibie merupakan filosofi yang relevan untuk terus dilanjutkan.

    “Bapak Presiden Joko Widodo kemudian mengimplementasikannya pada  periode pertama pemerintahannya dengan pembangunan infrastruktur, hilirisasi mineral, serta di fasilitasinya merek nasional dalam berbagai produk manufaktur nasional,” ungkap Airlangga.

    Pemikiran presiden ketiga RI tersebut juga diimplementasikan dalam membangun ekosistem teknologi, seperti menciptakan ekosistem Industri 4.0 saat ini.

    Habibie yang lahir di Parepare, Sulawesi Selatan, pada 25 Juni 1936 itu wafat akibat masalah pada jantungnya. Putra kedua Habibie, Thareq Kemal Habibie mengatakan ayahnya meninggal karena penurunan fungsi tubuh dan gagal jantung.

    Sebanyak 44 dokter yang dipimpin oleh tim dokter kepresidenan sudah bekerja merawat Habibie sejak ayah dua putera tersebut dirawat di RSPAD Gatot Soebroto pada 1 September 2019.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.