BJ Habibie Meninggal, Rudiantara: Kita Kehilangan Bapak Teknologi

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • BJ Habibie mengumumkan program crowdfunding untuk pesawat R80, Kamis, 28 September 2017. Kredit: Zul'aini Fi'id

    BJ Habibie mengumumkan program crowdfunding untuk pesawat R80, Kamis, 28 September 2017. Kredit: Zul'aini Fi'id

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengucapkan rasa duka cita yang mendalam atas kepergian Bacharuddin Jusuf Habibie atau yang akrab disapa BJ Habibie. Presiden ketiga RI tersebut  berpulang dalam usia 83 tahun di RSPAD, Jakarta, Rabu pukul 18.05 WIB.

    "Innalillahi wainnailaihi rojiun. Kita kehilangan negarawan besar Indonesia yang juga Bapak Teknologi kelas dunia," kata Rudiantara melalui pesan singkat kepada Antara, Rabu malam, 11 September 2019.

    Kiprah BJ Habibie dalam dunia teknologi dan ilmu pengetahuan perlu diteladani, begitu juga dengan sosoknya yang religius. "Semoga kita bisa meneladani pola pikir beliau yang senantiasa memadukan pengetahuan, teknologi serta nilai agama dalam merespon terhadap permasalahan," kata Rudiantara.

    Rudiantara mengajak publik untuk mendoakan Habibie. "Kita sama-sama berdoa agar Pak Habibie husnul khotimah serta kita bacakan Al-Fatihah bagi almarhum," katanya.

    BJ Habibie meninggal di RSPAD Gatot Subroto pukul 18.05 seperti dikatakan Thareq Kemal Habibie, putra Habibie.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.