Disuntik Rp 2,1 T, Ganjar Mau Sulap Borobudur seperti Angkor Wat

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Candi Borobudur pada malam hari menjelang puncak peringatan Waisak 2018 lalu, 29 Mei 2018. TEMPO | Pito Agustin Rudiana

    Candi Borobudur pada malam hari menjelang puncak peringatan Waisak 2018 lalu, 29 Mei 2018. TEMPO | Pito Agustin Rudiana

    TEMPO.CO, Jakarta -  Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyebutkan pengelolaan tunggal terhadap Candi Borobudur menjadi strategi utama agar popularitas destinasi wisata candi di Magelang, Jateng, itu bisa setara dengan Angkor Wat, Kamboja.

    Ganjar menyebutkan saat ini Candi Borobudur masih menempati destinasi favorit di Jawa Tengah bagi para wisatawan domestik dan mancanegara dengan jumlah kunjungan sebanyak 3,69 juta wisatawan pada 2018.

    "Lalu orang masih mengaitkan dengan Angkor Wat, kenapa Angkor Wat bisa bagus, dan kita tidak. Saya belajar betul, intinya adalah bagaimana pengelolaan itu, otoritasnya harus tunggal," kata Ganjar Pranowo pada Rakornas Pariwisata di Jakarta, Rabu 11 September 2018.

    Candi Borobudur merupakan salah satu dari lima destinasi super prioritas Indonesia yang telah ditetapkan Presiden Joko Widodo, selain Danau Toba, Mandalika, Labuan Bajo dan Likupang. Pengembangan infrastruktur di daerah-daerah tersebut ditargetkan dapat selesai pada 2020 sehingga dapat dipromosikan secara masif.

    Untuk mencapai target tersebut, pemerintah telah menganggarkan dana Rp 9,32 triliun untuk lima destinasi super prioritas pada APBN 2020. Adapun Candi Borobudur mendapat jatah anggaran sebesar Rp 2,1 triliun.

    "Dukungan pariwisata ke Borobudur itu pintu masuknya memang ke DIY, orang Jateng bilang ini Borobudur diambil DIY, tidak apa-apa, kan NKRI. Jualan wisata itu tidak bisa membuat pagar tembok yang tinggi, kita harus bisa share'" kata Ganjar.

    Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) di Borobudur meliputi percepatan realisasi Integrated Tourism Mater Plan Jateng dan Yogyakarta; penataan daya tarik wisata Borobudur; dan peningkatan sarana prasarana pendukung pariwisata seperti terminal cruise, bandara, jalur penerbangan domestik dan internasional.

    Untuk pengembangan akses, pemerintah menyiapkan jalur wisata dari Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) menuju Borobudur meliputi jalur bedah Menoreh (Kabupaten Ponorogo dan Magelang). Selain itu juga tetap memanfaatkan jalur eksisting (jalan nasional dan provinsi) di Kabupaten Purworejo. 

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.