Terkerek Proyek Tol, Penjualan Semen Baturaja Naik 10,5 Persen

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logo PT Semen Baturaja. wikipedia.org

    Logo PT Semen Baturaja. wikipedia.org

    TEMPO.CO, Palembang - Di tengah permintaan semen nasional yang cenderung stagnan, PT. Semen Baturaja berhasil mencatatkan penjualan semen sebesar 222.097 ton pada bulan Agustus 2019. Penjualan tumbuh 10,5 persen dibandingkan bulan Juli 2019 salah satunya karena geliat pembangunan jalan tol di Sumatera.

    Bahkan apabila dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya, pertumbuhan penjualan semen Baturaja mencapai 16 persen. Pertumbuhan penjualan itu membuat perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini optimistis bahwa target  triwulanannya bakal tercapai. "Volume penjualan semen di bulan Agustus 2019 yang cukup signifikan," kata Direktur Utama SMBR Jobi Triananda Hasjim, di Palembang, Rabu 11 September 2019.

    Permintaan semen di wilayah Sumbagsel saat ini memang menunjukkan pertumbuhan yang cukup signifikan. Tercatat pada bulan Agustus 2019 saja, permintaan semen di wilayah Sumbagsel tumbuh 9,4 persen  apabila dibandingkan bulan sebelumnya. Kondisi ini sejalan dengan kinerja Semen Baturaja (SMBR) yang basis pemasarannya berada di Sumbagsel. "Siklus permintaan semen mulai membaik," kata Jobi.

    Jika dirinci, pertumbuhan volume penjualan SMBR yang tertinggi terjadi di wilayah Sumatera Selatan yang mencapai 12 persen apabila dibandingkan bulan Juli 2019. Pertumbuhan volume penjualan tersebut mampu mengerek pangsa pasar SMBR di wilayah Sumatera Selatan menjadi 70 persen, atau naik 5 persen dari bulan Juli 2019 yang baru sebesar 65 persen.

    Pertumbuhan volume penjualan juga berhasil mengerek pendapatan perseroan pada bulan Agustus 2019. Bulan Agustus, pendapatan Semen Baturaja tumbuh 10 dibandingkan bulan sebelumnya, yakni menjadi Rp 209,4 miliar.

    Melihat kondisi permintaan semen di Triwulan III/2019 yang mulai membaik dan mulai menggeliatnya proyek pembangunan infrastruktur milik pemerintah, Jobi semakin optimis bahwa SMBR mampu mencapai target penjualan semen pada tahun 2019. “Kami manfaatkan komitmen pemerintah mempercepat sejumlah seperti tol Sumsel-Lampung," tambahnya.

    Selain itu Semen Baturaja juga optimistis pencairan alokasi dana desa tahap tiga yang telah dimulai sejak akhir Juli, akan menjadi katalisator bagi proyek selain jalan tol. Perseroan juga akan tetap fokus mengembangan sektor retail sebagai kontributor utama terhadap volume penjualan dengan memperkuat saluran distribusi dan logistik melalui cement making center.

    PARLIZA HENDRAWAN

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.