Sekjen ITU Telecom World 2019 Apresiasi Rampungnya Palapa Ring

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekjen ITU Telecom World 2019 Houlin Zhao (Lima dari Kiri) mengunjungi Indonesia Inclusion Day di Paviliun Indonesia di HungEXPO, Budapest, Selasa 10 September 2019. Tempo/ Tjandra Dewi

    Sekjen ITU Telecom World 2019 Houlin Zhao (Lima dari Kiri) mengunjungi Indonesia Inclusion Day di Paviliun Indonesia di HungEXPO, Budapest, Selasa 10 September 2019. Tempo/ Tjandra Dewi

    TEMPO.CO, Budapest - Sekretaris Jenderal ITU Telecom World 2019 Houlin Zhao mengapresiasi perkembangan yang telah dicapai pemerintah Indonesia dalam membangun infrastruktur untuk meningkatkan akses digital masyarakat lewat Palapa Ring.

    “Indonesia sangat ambisius untuk mengkoneksikan ribuan pulau-pulaunya pada tahun ini, dan itu merupakan investasi yang sangat besar, kata Zhao dalam sambutannya di acara Indonesia Inclusion Day di Paviliun Indonesia di HungEXPO, Budapest, Hungaria, Selasa, 10 September 2019.

    Zhao mengatakan upaya untuk menghubungkan koneksi di seluruh Indonesia itu bukanlah pekerjaan yang mudah, melainkan upaya yang luar biasa karena ada begitu banyak pulau.

    Direktur Utama Badan Aksesibilitas dan Telekomunikasi Indonesia (BAKTI) Anang Latif mengatakan proyek Palapa Ring selesai pada 17 Agustus 2019 atau bertepatan dengan HUT kemerdekaan RI ke-74. Proyek backbone serat optik yang menggunakan jaringan kabel bawah laut sepanjang 12.000 kilometer ini menyelesaikan masalah kesenjangan digital yang ada.

    “Karena pemerintah berkewajiban untuk menyediakan Konektivitas bagi semua tanpa ada yang ditinggalkan,” kata Anang dalam sambutannya.

    Dengan rampungnya Palapa Ring, pemerintah memberi ksempatan bagi masyakarat di 514 kabupaten/Kota untuk mendapatkan layanan digital seperti internet cepat maupun broadband.
    Anang mengatakan setelah proyek Palapa Ring Rampung bukan berarti tugas pemerintah selesai.

    “Kita akan mengawal pembangunan di daerah- daerah yang sebelumnya tak terjangkau internet cepat agar pemanfaatan internet tidak hanya untuk telepon, media sosial dan SMS, melainkan juga bisa untuk menyelenggarakan digital ekonomi," ucapnya.

    BAKTI juga akan menggenjot pembangunan 5.000 BTS di lima ribu desa karena digital ekonomi akan berawal dari desa-desa yang Ada di tanah air. Dengan koneksi internet cepat, program dana desa bisa digunakan dan dipantau dengan baik sehingga perekonomian di desa bisa tumbuh dengan cepat.

    “Dari 5.000 BTS, seribu sudah kami bangun sehingga target 4.000 akan kami selesaikan hingga akhir 2020,” kata Anang. “Kita juga kerjasama dengan operator untuk memastikan mereka mau masuk karena kami hanya menyiapkan infrastruktur dan listrik.”

    Anang menegaskan bahwa operator punya peran vital dalam penyediaan internet cepat di seluruh Indonesia. “Harus ada operator karena mereka menyiapkan sinyal yang terhubung secara nasional dalam jaringan telekomunikasi.”


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.